HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Pemkot Salatiga Luncurkan Program SAKTI, Targetkan Percepatan Sanitasi Aman

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM — Wali Kota Salatiga Robby Hernawan secara resmi meluncurkan Program Salatiga SAKTI (Sanitasi Aman Kelurahan Terintegrasi dan Inklusif) di Balai Bhakti Praja, Kecamatan Sidorejo, Jumat (11/7/2025). Program ini menjadi bagian dari misi prioritas pemerintah kota dalam pengelolaan lingkungan dan percepatan capaian sanitasi aman.

Peluncuran dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, mulai dari Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, Camat Sidorejo, Lurah Bugel, hingga pimpinan dari KPP Pratama, Bank Jateng, Koperasi Merah Putih, BAZNAS, KSM, serta sejumlah mitra lainnya.

Dalam sambutannya, Robby menyoroti pentingnya sanitasi dalam konteks kesehatan dan pembangunan berkelanjutan. Ia menilai bahwa keterbatasan akses terhadap air minum dan sanitasi layak masih menjadi persoalan global yang turut berdampak langsung terhadap penularan penyakit.

Baca Juga:  Belum Kantongi Izin PBG, Pembangunan Taman Hiburan New Celosia di Bandungan Dihentikan

“Akses terhadap air minum dan sanitasi layak masih menjadi tantangan global yang turut berdampak pada penularan penyakit berbasis lingkungan. Banyak rumah tangga di Indonesia termasuk di Salatiga masih belum menerapkan STBM secara optimal,” kata Robby.

Ia juga menyinggung hambatan yang dihadapi masyarakat, seperti keterbatasan ekonomi dan kurangnya pemahaman. Karena itu, Robby mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.

Program Salatiga SAKTI dikoordinasikan oleh Dinas PUPR bersama berbagai pihak. Kepala Dinas PUPR, Syahdani Onang, dalam laporannya menyampaikan bahwa capaian sanitasi di Salatiga dalam lima tahun terakhir belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kelurahan Kalibening mencatat capaian tertinggi sebesar 23,16%, sementara lima kelurahan lainnya — Kutowinangun Kidul, Blotongan, Tegalrejo, Dukuh, dan Bugel — masih berada di angka 0,8%.

Baca Juga:  Jembatan di Kesambi Ambles Terseret Banjir Sampah Bambu

“Target kami adalah peningkatan capaian minimal menjadi 15 persen pada tahun 2025,” ujar Syahdani.

Sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota telah menjalankan program pengelolaan sanitasi, termasuk penyusunan Peraturan Wali Kota terkait layanan lumpur tinja, yang kini tengah dalam tahap sinkronisasi di Biro Hukum Provinsi Jawa Tengah.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari sektor swasta dan lembaga sosial. Bantuan senilai Rp50 juta diterima dari PT Putra Wahid Pratama, PT Erlangga Edi Laboratories (Erela), BAZNAS, dan PT Garda Aroma.

Baca Juga:  GERAK CEPAT POLRES DEMAK: TEKAN MIRAS, NARKOBA, DAN PREMANISME JELANG RAMADAN!

Wali Kota Robby menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Penataan Ruang atas inisiasi program ini dan berharap program tersebut menjadi titik tolak perbaikan sanitasi yang menyeluruh.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal gerakan bersama menuju Salatiga yang lebih sehat, bersih, dan inklusif. Semoga dengan semangat gotong royong, program Salatiga SAKTI dapat menjadi pengelolaan sanitasi yang terintegrasi dengan seluruh kelurahan di Salatiga,” ujarnya.

Peluncuran program ditandai dengan pemukulan gong, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), serta pembagian rompi kepada para petugas sebagai simbol dimulainya pelaksanaan di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!