Komisi IV DPRD Kabupaten Magelang Gelar FGD, Heri Suyitno : Inilah kenapa jarang warga masyarakat yang mengikuti program transmigrasi
![]() |
| Heri Suyitno Anggota DPR D Kabupaten Magelang dari Komisi IV ketika memberikan materi dalam Focus Group Discussion yang mengangkat materi tentang Transmigrasi. |
MAGELANG | HARIAN7.COM – Dewan Pertimbangan Rakyat Daerah (DPR D) Kabupaten Magelang dari Komisi IV melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Kebencanaan, Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi pada, Rabu (4/10/2023) bertempat di Grand Hotel Artos Mertoyudan Magelang.
Kegiatan ini di ikuti oleh peserta dari Universitas Gajahmada (UGM), Dinsos PPKB PPPA, Disperinnaker, BPBD, Bidang PPM Bappeda dan Litbangda, Fikadana, TAGANA, SAR dan SPSI.
Heri Suyitno anggota DPRD Kabupaten Magelang dari Komisi IV dalam paparannya menyampaikan tentang “Urusan Transmigrasi”, Dirinya menyoroti terkait masyarakat yang enggan untuk mengikuti program transmigrasi karena adanya beberapa faktor.
“Apa yang menjadi masalah atau hambatan kenapa jarang warga masyarakat yang ingin mengikuti program transmigrasi, Dikarenakan salah satunya yaitu kurangnya sosialisasi oleh instansi terkait sehingga masyarakat kurang mengenal program, tujuan dan manfaat dari transmigrasi tersebut,” bebernya.
Adapun hal lain atau isu yang akan menjadi masalah bagi yang sudah mengetahui progam transmigrasi adalah sering terjadinya banyak masalah di daerah tujuan transmigrasi, khususnya pada permasalahan tanah kepemilikan hak atas tanah garapan yang diberikan.
“Selain itu, Mengenai sering adanya konflik yang timbul dengan penduduk lokal di daerah tujuan akibat kultur dan budaya yang berbeda menjadi momok tersendiri bagi transmigran,” imbuhnya.
Heri paham betul apa yang sering terjadi, Baik mulai awal menunggu keberangkatan yang dirasa cukup lama dan permasalahan yang harus dihadapi ketika sudah berada di tempat transmigrasi karena dirinya juga mengaku pernah menjadi seorang yang mengikuti program transmigrasi.
Menurut Heri, Apa yang harus dilakukan oleh pelaksana program yaitu melakukan study mendalam karena setiap wilayah pengembangan transmigrasi sifat dan karakternya berbeda beda baik dari segi sisi fisik , klimatologi, sosial maupun budayanya. Dan harus mampu membuat program transmigrasi itu berjalan dengan baik.
Adapun tantangan dan harapan kondisi yang ingin dicapai dalam kurun waktu 20 tahun mendatang, Penyelenggara program harus mampu membangun infrastruktur yang baik, agar masyarakat tertarik untuk mengikuti program transmigrasi ke daerah tersebut. Menjadikan program transmigrasi sebagai alternatif poros pembangunan dan pertumbuhan ekonomi baru.
“Sehingga kawasan transmigrasi menjadi kawasan yang menarik untuk kegiatan bisnis dan investasi, serta untuk memproduksi hasil pertanian dan pengolahan sumber daya alam. Sehingga akan tercapai kesejahteraan transmigrasi dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Sementara dari komisi yang sama, Drs. Mujadin Putu Murja, M.M memberikan materi tentang Ketenagakerjaan, dilanjutkan oleh Mahmud, S.H yang mengangkat topik masalah Kebencanaan.


















Tinggalkan Balasan