HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Polres Semarang Gelar Operasi Keselamatan Candi 2025, Fokus Tekan Angka Kecelakaan

Editor: Muhamad Nuraeni

UNGARAN | HARIAN7.COM – Mulai hari ini, Senin (10/2/2025), jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia resmi melaksanakan Operasi Keselamatan 2025. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari hingga 23 Februari 2025, dengan tujuan meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas).

Baca Juga:  Tinjau TMMD 110 Kodim 0714/Salatiga, Pangdam:"Program TMMD akan dapat meningkatkan citra TNI di mata rakyat"

Di Kabupaten Semarang, pelaksanaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan Ops Keselamatan Candi 2025 di Mapolres Semarang. Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK, MSi, serta dihadiri oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, SH, MH, Dandim 0714/Salatiga Letkol Inf. Guvta Alugoro Koedoes, S.Hub.Int, M.Han, Kajari Kabupaten Semarang Ismail Fahmi, SH, serta kepala unit pelaksana daerah (UPD) dan jajaran Kapolsek di wilayah Polres Semarang.

Baca Juga:  Peletakan batu pertama dan mou pembangunan 100 kandang Hotel Domba di Desa Ngepeh

Operasi Fokus pada Pencegahan Pelanggaran Fatal

Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Ratna menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mewujudkan keselamatan lalu lintas.

“Meningkatkan kesadaran lalu lintas serta kualitas pelayanan dalam mewujudkan Kamseltibcar Lantas perlu dukungan dari semua instansi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Alarm dari Parlemen: Ketika Anggaran BPOM Dipangkas, Haris Menyebut "Ini Menyangkut Nyawa"

Operasi Keselamatan Candi 2025 ini juga menjadi bagian dari upaya cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, di mana volume kendaraan biasanya meningkat signifikan. Oleh karena itu, tindakan preemtif dan preventif akan lebih dikedepankan untuk meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan.

Baca Juga:  Persoalan Kecelakaan KA Wisata Ambarawa VS Isuzu Prona Berujung Damai, Begini Jelasnya?

“Kegiatan ini lebih menitikberatkan pada edukasi dan pencegahan agar masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan dalam berkendara,” tambah AKBP Ratna.

Baca Juga:  Polemik Wacana Pembangunan Exit Tol Salatiga, Skor Misterius di Pabelan: Pendaftar Tanah Kas Desa Protes

Prioritas Operasi: Helm, Melawan Arus, dan Kendaraan Overload

Seusai apel, Kapolres Semarang kembali menegaskan sasaran utama operasi ini, yakni, Penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), Pelanggaran melawan arus, Kendaraan dengan dimensi berlebih (over dimension) dan muatan berlebih (overload), Pengendara yang melebihi batas kecepatan, Pengendara di bawah pengaruh alkohol, Pengemudi yang menggunakan alat komunikasi saat berkendara dan Pengendara di bawah umur.

Baca Juga:  Pemkab Jepara Segel Tambang Ilegal di Desa Geneng

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk mendukung operasi ini demi menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Mari bersama-sama menciptakan situasi Kamseltibcar Lantas yang aman dan nyaman di Kabupaten Semarang. Dengan begitu, kita bisa menekan angka fatalitas kecelakaan dan menciptakan budaya tertib lalu lintas,” imbaunya.

Baca Juga:  Wajah Baru Transportasi Salatiga: Terminal Tingkir yang Kian Teratur, Wangi, dan Mulai Menyapa Kelompok Difabel

Sebagai bagian dari pelaksanaan operasi, sebanyak 95 personel Polres Semarang akan dikerahkan, dengan dukungan dari instansi terkait di Kabupaten Semarang. Patroli dan sosialisasi akan dilakukan secara intensif selama dua pekan ke depan.

Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara, terutama menjelang masa mudik Lebaran yang semakin dekat.(Red/Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!