HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Linang Air Mata Warnai Penutupan Pendidikan Dasar Kepemimpinan SMK Negeri Jawa Tengah, Begini Jelasnya

SEMARANG | HARIAN7.COM – Linangan air mata dan haru mewarnai penutupan Pendidikan Dasar Kepemimpinan (PDK) angkatan XI di SMK Negeri Jawa Tengah, Semarang, Jumat (15/11/2024).

Baca Juga:  Kementerian ATR/BPN Siapkan 1,3 Juta Hektare Tanah untuk Dukung Pembangunan Prioritas, Salah Satunya Program 3 Juta Rumah

Sebanyak 120 siswa baru tak kuasa menahan tangis setelah empat bulan menjalani pelatihan intensif jauh dari orang tua. Momen pertemuan kembali dengan keluarga menjadi sangat emosional.

Baca Juga:  Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Koordinasi Kementerian ATR/BPN dengan Kementerian HAM, Bahas Legalisasi Tanah yang Memiliki Dampak Terhadap HAM

Salah satu siswa, Desy Mayasari, asal Kebumen, memeluk erat ibunya, Sri Kuswati, yang mengalami gangguan pendengaran.“Saya di rumah manja sama ibu. Saya kangen sekali dengan kasih sayangnya. Saya merasa lega bisa menempuh pendidikan ini dan akhirnya bertemu dengan orang tua,” ungkap Desy dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:  Dibeli Sejak 2009, Tanah Tiba-tiba Hendak Diminta Kembali, Merasa Dirugikan Warga Ngempon Mengadu ke Polisi

Desy, siswa jurusan Teknik Instalasi dan Tenaga Listrik, bercita-cita membahagiakan ibunya yang bekerja sebagai petani setelah ayahnya meninggal. “Harapan saya bisa lebih baik dan membahagiakan orang tua,” tambahnya.

Baca Juga:  Komisi C DPRD Kendal Sidak ke Rusunawa dan Rumah Komunitas Weleri

Kisah serupa datang dari Tri Wulan Mugiarti, siswa asal Ambarawa, yang tidak didampingi orang tua kandungnya. “Bapak sudah meninggal, ibu pergi entah ke mana. Saya didampingi guru BK. Saya harus ikhlas menerima keadaan ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Unit PPA Polres Kudus Raih Penghargaan TRC PPA Indonesia

Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan tekadnya. Tri berjanji akan belajar giat untuk mengubah nasib dan mencapai cita-citanya sebagai abdi negara. “Saya ingin suatu saat bertemu ibu kandung dalam keadaan saya sudah sukses,” kata Tri penuh semangat.

Baca Juga:  Diduga Tak Berizin dan Resahkan Warga, LSM ICI Akan Laporkan Pengelola Limbah Bulu Ayam ke Polisi

PDK Bangun Karakter Sukses

Kepala SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, Hardo Sujatmiko, menjelaskan bahwa program PDK dirancang untuk membangun karakter unggul siswa, khususnya kedisiplinan dan mental sukses. Menurutnya, mindset yang positif adalah kunci utama memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Baca Juga:  Salah Seorang Pejabat di Bagian Perekonomian Pemkot Salatiga Positif Covid-19

“Yang paling utama adalah mengubah mental mereka menjadi mental kaya: rajin, disiplin, dan gigih. Dengan mindset yang tepat, usaha untuk keluar dari zona kemiskinan melalui pendidikan akan berhasil,” tegas Hardo.

Baca Juga:  Dieng Caldera Race 2025 Gaet Ribuan Pelari dari Dalam dan Luar Negeri

Selama PDK, siswa digembleng dengan pendidikan kedisiplinan, termasuk pelatihan fisik dan mental yang melibatkan TNI. Hal serupa juga diterapkan di SMK Negeri Jawa Tengah di Pati dan Purbalingga.

Baca Juga:  Memperingati Hari Pengayoman, Kemenkumham Jateng Jalin Silaturahmi dengan Purna Baktinya

“Kami bekerja sama dengan TNI untuk membangun karakter unggul siswa, termasuk dalam kegiatan seperti long march. Semua ini adalah bagian dari kolaborasi untuk menciptakan generasi tangguh,” pungkas Hardo.(JIS/red/Hum)

Baca Juga:  Terkait Dugaan Adanya Penyimpangan BPNT, Gabungan Ormas dan LSM di Banyumas Gelar Aksi Damai "GEBUK", Meminta Kasusnya Diusut Tuntas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!