HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Launcing Patirtan Penjawi: Sensasi Berenang Bareng Ikan Dewa, Obat Rindu Masakan dan Suasana Kampung Nenek


Laporan: Muhamad Nuraeni

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Air itu tak pernah benar-benar tidur. Ia mengalir jernih dari perut bumi di Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Ketika kaki dicelupkan ke kolam, ratusan ikan dewa bergerak pelan, menyentuh kulit dengan lembut. Bukan sekadar sensasi geli, melainkan pengalaman yang nyaris ritual: hening, alami, menenangkan.

Minggu (15/2/2026), kawasan itu kembali berdenyut. Launcing Patirtan Penjawi Resto dan Resort menandai dibukanya lagi destinasi wisata berbasis sumber air alami tersebut. Kolam-kolam kembali terisi tawa, dan air kembali menjadi pusat cerita.

“Hari ini kita launching, mulai aktivitas lagi, Patirtan Penjawi,” ujar owner Patirtan Penjawi Resto dan Resort, Iwan Gunawan Herdiwanto, saat ditemui harian7.com.

owner Patirtan Penjawi Resto dan Resort, Iwan Gunawan Herdiwanto saat ditemui harian7.com

Konsepnya sederhana, tapi justru di situlah daya pikatnya: kembali ke sumber. Kolam pemandian dialiri langsung dari mata air alami yang tak tercemar. “Jadi secara umum, di sini, karena ada sumber air, jadi kebetulan kolam renang kita ini spesialnya, berenang dengan ikan dewa,” katanya.

Ikan-ikan itu bukan hiasan biasa. Dalam tutur masyarakat, mereka menyimpan kisah lama. “Di mana ikan dewa itu, konon penjelmaan dari prajurit Prabu Siliwangi,” tuturnya.

Baca Juga:  Warga Ledok Salatiga Heboh, Temukan Granat di Tanah Kosong, Sempat Dikira Harta Karun

Jumlahnya pun tak sedikit. “Ada-ada banyak dan dari kecil di pelihara, mungkin ada 105 puluhan, sampai dua ratusan,” ujarnya.

Menjelang Ramadan, denyut pengunjung mulai terasa. Sejumlah tamu dari Jakarta, Bandung, dan sekitarnya telah memesan kamar. “Memang tujuan kita menjelang Ramadan, memang sudah banyak tamu-tamu luar Kota Jakarta, Bandung dan sekitarnya, sudah banyak pesan,” katanya.

“Memang sebagian kita tamu-tamu, kamar pun sudah kita siapkan juga.”

Homestay disiapkan bagi mereka yang ingin bermalam. Penginapan itu tengah direnovasi, dibingkai dalam suasana pedesaan dengan sentuhan resort.

“Penginapan memang kita masih dalam tahap renovasi, ibaratnya memang kita menciptakan suasana alam, penginapan ini nuansa pedesaan, tapi dengan kualitas resort,” kata Iwan.

Di bagian belakang, danau besar membentang. Airnya tenang, bisa untuk memancing atau sekadar duduk menunggu senja. “Danau besar di belakang, Patirtan Penjawi, bisa untuk mancing, glamping dan pernah diuji coba oleh teman-teman,” katanya.

Resto menjadi pelengkap yang mengikat pengalaman. Sajian Nusantara, terutama ikan air tawar, disiapkan dari dapur yang menghadap alam. “Menu khas di sini aneka masakan ikan air tawar, ada nila gurame, ada mujair ada juga khasnya, ayam betutu,” ujar Iwan.

Baca Juga:  Kapolres Salatiga Berikan Reward Kepada Anggota Polri, TNI dan Masyarakat, Ini Harapanya

“Nanti akan berlanjut dengan menu-menu khas daerah-daerah di Indonesia ini,”ungkap Iwan.

Kawasan dibuka mulai pukul 09.00 hingga malam. Mereka yang ingin berendam dalam gelap, kungkum di bawah langit desa, dipersilakan. “Kita biasa dari 9.00 pagi, sampai malam,” katanya.

“Kadang-kadang orang berendam itu kan pengennya malam, pengen kungkum, ya kita persilahkan.”

Nama Patirtan Penjawi sendiri dipilih bukan tanpa maksud. “Jadi filosofinya, patirtan itu kan pemandian para raja zaman dahulu ibaratnya,” ujarnya.

“Nah Penjawi kebetulan kita ambil dari nama tokoh tiga serangkai pendiri Kerajaan Mataram, di situ ada Ki Penjawi, Ki Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani.”

Di sana, air bukan hanya untuk membasuh tubuh, melainkan juga untuk mengingat asal-usul. “Artinya selain tamu yang datang itu tidak hanya menikmati suasana alam, tapi juga ada sejarah,” katanya.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Terjang Pati, Ratusan Rumah Rusak

“Yang jelas dengan adanya sumber air ini, di situ pasti ada spirituil spirituil, ibarat kita akan kembali ke alam, kita akan ingat alam, untuk tadabur alam istilahnya.”

Selama masa launching, pengunjung mendapat fasilitas khusus pemandian. “Nah sementara ini memang kita dalam rangka launching ini, tiga hari kedepan kita gratiskan, tapi berikutnya ada tarif,” katanya.

Tarif penginapan disiapkan untuk segmen menengah. “Nah nantinya rencananya memang kita akan menarik, dari yang kecil, mungkin sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta,” ujar Iwan.

“Fasilitas ada air panas, ada Wi fi, berenang dengan ikan dewa, kulinernya nanti ada breakfast, breakfast standar,” terang Iwan.

Di tengah geliat wisata modern, Patirtan Penjawi seperti menghidupkan kembali rindu kampung nenek, tempat air jernih mengalir tanpa tiket mahal, tempat orang datang bukan hanya untuk berswafoto, melainkan untuk diam sejenak dan menyapa alam.

Di kolam itu, ikan-ikan berenang pelan, seakan menjaga ingatan tentang air, tentang sejarah, dan tentang manusia yang sesekali perlu pulang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!