HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kemenag Launching Baleharjo Sebagai Desa Moderasi Beragama dan Sadar Kerukunan

Sekjen Kemenag Nizar Ali saat memberikan sambutan didepan para tokoh Lintas Agama di Gunungkidul (Foto: Istimewa)

JOGJA,harian7.com – Sekjen Kemenag Nizar Ali melaucnhing Baleharjo sebagai Desa Moderasi Beragama dan Sadar Kerukunan. Desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Wonosari, Kab Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Launching Desa Moderasi Beragama dan Sadar Kerukunan ini dilakukan bersamaan Dialog Tokoh Lintas Agama dan Sosialisasi program Moderasi beragama di Yogyakarta.

Acara yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama ini diikuti 55 tokoh agama se Gunungkidul. Hadir juga Kepala PKUB Nifasri, Karo Perencanaan Ali Rochmat, Kakanwil Kemenag Di Yogyakarta Edhy Gunawan, dan Rektor UIN SUKA Yogyakarta Al Makin.

Baca Juga:  Malam Tasyakuran Agustusan di Kudus, Meriah dengan Lomba Fashion Show hingga Mewarnai

Sekjen Kemenag Nizar Ali mengatakan,  kunci pembangunan adalah moderasi beragama yang mewujud dalam kerukunan umat beragama. Ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang mencanangkan tahun 2022 sebagai tahun moderasi.

“Kementerian Agama, kata Sekjen, melalui PKUB terus dapat melakukan kajian agar moderasi beragama dapat terimplementasi dalam kehidupan untuk membangun masyarakat yang rukun dan damai.”

Baca Juga:  Isu Proyek Panas di DPRD Depok, Qonita Pastikan BK Tak Tinggal Diam

“Tanpa adanya langkah sinergis dalam mengimplementasikan program kerukunan, maka akan mementahkan program kerukunan itu sendiri,” katanya di Gunungkidul, Sabtu (27/3/2021).

Untuk itu, lanjut Nizar, sinergitas lintas sektoral dan program mutlak diperlukan dengan memberdayakan peran lembaga/majelis keagamaan, ormas, dan FKUB diberbagai daerah. 

“Terimakasih kepada Pemda Gunungkidul  yang turut serta memelihara kerukunan umat beragama, mendukung FKUB yang ada,” ucap Nizar Ali.

Baca Juga:  Jalin Kebersamaan di Bulan Ramadhan, Karutan Temanggung Gelar Buka Puasa Bersama WBP dan Keluarga

Kanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan menambahkan, saat ini Yogyakarta dikenal sebagai ‘City of Tolerance’. Meski masyarakat DIY multi etnis, kultur, agama dan pemahaman, namun dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

“Semua orang yang datang ke Yogya merasa aman di sini. Bahkan terlihat banyak kegiatan pemerintah pusat dilaksanakan di Yogya, seperti Dialog Tokoh Lintas Iman ini,” kata Edhi Gunawan.(Wing/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!