UNGARAN, HARIAN7.COM – Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo turun langsung menyambangi SD Negeri Susukan 01, Kecamatan Ungaran Timur, guna mengedukasi keselamatan lalu lintas sekaligus merespons kerawanan kecelakaan di lingkungan sekolah tersebut pada Senin (26/10/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata kepolisian terhadap dunia pendidikan dan keselamatan anak sejak usia dini.

Didampingi Kasat Binmas dan Kasat Lantas Polres Semarang, AKBP Heru mengunjungi sejumlah ruang kelas dan berinteraksi interaktif dengan para siswa. Dalam dialog tersebut, ia menekankan pentingnya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Kami mengimbau para siswa untuk selalu mengenakan helm saat diantar orang tua ke sekolah. Selain itu, anak-anak sangat dilarang menggunakan sepeda listrik di jalan raya demi keselamatan mereka, mengingat faktor usia yang belum mencukupi,” ujar AKBP Heru.

Tidak hanya memberikan edukasi, kunjungan ini juga menjadi wadah bagi Polres Semarang untuk menyerap aspirasi dari pihak institusi pendidikan. Kepala SDN Susukan 01 memanfaatkan momen ini untuk melaporkan kondisi geografis sekolah yang berada tepat di tikungan jalan perkampungan, yang kerap memicu potensi kecelakaan tinggi saat jam padat berangkat dan pulang sekolah.

Menanggapi keluhan krusial tersebut, AKBP Heru menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan tindakan preventif. Rencananya, di area rawan tersebut akan segera dipasang rambu-rambu peringatan serta marka kejut (rumble strip).

“Kami tidak hanya datang untuk memberikan edukasi kepada anak-anak, tetapi juga mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan dan kerawanan di lingkungan sekolah. Keselamatan anak-anak harus menjadi perhatian bersama,” tegas Kapolres Semarang.

Ia berharap, intervensi dan edukasi yang diberikan secara konsisten dapat membentuk karakter generasi muda yang sadar hukum dan keselamatan di jalan raya.

“Harapannya, anak-anak sejak dini sudah memahami pentingnya keselamatan, kemudian kebiasaan tersebut juga dapat diterapkan ketika mereka berada di jalan bersama orang tua maupun lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.(sdq h7).