Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA,HARIAN7.COM – Limbah dapur di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga tak sekadar berakhir sebagai sampah. Bersama Dinas Pertanian, Rutan Salatiga mengolah limbah organik tersebut menjadi dekomposer yang bisa dimanfaatkan kembali.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (25/9/2026) itu menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Pembuatan dekomposer dipilih karena relatif sederhana, tetapi memiliki manfaat ganda. Selain membantu mengurai limbah organik, cairan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendukung pembuatan pupuk organik sekaligus membantu mengurangi bau.

Setelah proses pembuatan selesai, cairan dekomposer kemudian disemprotkan di sekitar area peternakan ayam petelur milik Rutan Salatiga.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurai sumber bau dari aktivitas peternakan, sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan Rutan.

Bagi WBP, kegiatan ini bukan sekadar soal mengolah limbah. Mereka juga mendapat pengalaman langsung mengenai pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan Rutan.

Kepala Rutan Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, mengatakan pemanfaatan limbah melalui pembuatan dekomposer merupakan langkah sederhana yang bisa memberikan manfaat lebih luas.

“Kami ingin limbah yang sebelumnya hanya menjadi buangan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Selain membantu mengurangi bau, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan,” ujar Anda Tuning.

Melalui kegiatan tersebut, Rutan Salatiga bersama Dinas Pertanian berupaya menggabungkan pengelolaan lingkungan dengan pembinaan keterampilan WBP.

Dengan begitu, limbah dapur yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dimanfaatkan kembali, sementara WBP memperoleh keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan setelah mengikuti pembinaan di Rutan.(*)