Laporan: Muhamad Nuraeni
GROBOGAN | HARIAN7.COM – Ada yang boleh masuk ke lapas, ada juga yang jelas-jelas jangan sampai lolos. Handphone, pungutan liar, dan narkoba masuk daftar yang harus dijauhkan dari lingkungan Lapas Kelas IIB Purwodadi.
Untuk memastikan hal itu, Lapas Purwodadi menggelar razia gabungan bersama TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.
Petugas menyisir kamar dan lingkungan blok hunian warga binaan. Pemeriksaan juga dilengkapi dengan tes urine secara acak terhadap warga binaan dan pegawai.
Tak berhenti di kamar hunian, petugas turut mengecek Wartelsuspas. Fasilitas komunikasi khusus warga binaan itu diperiksa untuk memastikan penggunaannya tetap sesuai aturan.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari deteksi dini yang dilakukan secara rutin.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan deteksi dini dan pengawasan secara konsisten. Sinergi bersama TNI, Polri dan BNNP Jawa Tengah menjadi langkah penting dalam memastikan Lapas Purwodadi tetap aman, tertib, serta bebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” ujar Erik.
Menurut Erik, pengawasan juga menyasar fasilitas komunikasi agar tidak digunakan untuk aktivitas yang melanggar ketentuan.
“Pengecekan Wartelsuspas juga kami lakukan untuk memastikan fasilitas komunikasi digunakan sesuai ketentuan,” katanya.
Bukan cuma razia, tapi juga tes urine
Kegiatan kali ini tidak sekadar membuka dan memeriksa kamar warga binaan. Tes urine juga dilakukan secara acak.
Kasat Narkoba Polres Grobogan mengatakan, langkah tersebut penting untuk memperkuat deteksi dini sekaligus mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami dari Satresnarkoba Polres Grobogan mendukung kegiatan razia gabungan dan tes urine yang dilaksanakan Lapas Purwodadi. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat deteksi dini sekaligus membangun sinergi antarinstansi dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba,” ujarnya.
Perwakilan Kodim 0717/Grobogan juga menyatakan dukungannya.
Menurutnya, sinergi antara lapas, TNI, Polri, BNNP, dan pihak terkait diperlukan agar keamanan di dalam lapas tetap terjaga.
“Kami mendukung pelaksanaan razia gabungan dan tes urine di Lapas Purwodadi sebagai bentuk sinergi bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Bagi Lapas Purwodadi, razia ini menjadi salah satu cara menjaga komitmen zero Halinar, bhandphone, pungli, dan narkoba, agar tidak menjadi masalah baru di balik tembok lapas.









Tinggalkan Balasan