UNGARAN,HARIAN7.COM — Polres Semarang menggelar pelatihan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi 188 siswa SMK H. Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.Pelatihan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung di aula dan ruang kelas SMK H. Moenadi, Jalan DI Panjaitan Nomor 9, Tarubudaya, Bandarjo.
Dalam pelaksanaannya, Sat Binmas Polres Semarang bekerja sama dengan Senopati Academy.
Kasat Binmas Polres Semarang, AKP Muhammad Hazaquan, S.I.K., memimpin langsung kegiatan ini. Para siswa menerima materi mulai dari pengenalan dasar AI, pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran, hingga mitigasi risiko dan dampak teknologi tersebut.
Siswa tidak hanya diajarkan cara menggunakan AI untuk membantu proses belajar. Mereka juga dibekali kemampuan mengevaluasi informasi hasil AI, mengenali potensi bias, serta menganalisis informasi secara logis.
Instruktur menekankan bahwa AI merupakan alat bantu, bukan pengganti proses berpikir manusia. Meski sempat terkendala teknis berupa server timeout connection, para siswa tetap antusias mengikuti pelatihan hingga selesai.
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa perkembangan teknologi AI harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital yang kuat di kalangan pelajar.
“Artificial Intelligence merupakan perkembangan teknologi yang tidak dapat kita hindari. Karena itu, yang paling penting adalah bagaimana para pelajar dapat mengenal, memahami, dan memanfaatkannya secara bijak,” ujar AKBP Heru Dwi Purnomo dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
AKBP Heru menambahkan, pemahaman etika penggunaan AI sangat penting untuk membangun karakter generasi muda di tengah pesatnya arus digitalisasi.
“AI harus menjadi alat untuk membantu proses belajar dan mengembangkan kreativitas, bukan justru membuat siswa berhenti berpikir dan bergantung sepenuhnya pada teknologi. Setiap informasi yang diperoleh melalui AI harus tetap diperiksa dan dianalisis kebenarannya,” lanjutnya.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Semarang, AKP Muhammad Hazaquan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian kepolisian terhadap dunia pendidikan dan kesadaran digital remaja.
“Melalui kegiatan ini, kami memberikan pemahaman tentang risiko penggunaan AI. Harapannya, siswa dapat menggunakan AI untuk mendukung kegiatan belajar secara positif dan tidak menyalahgunakannya,” jelas AKP Muhammad Hazaquan.
Melalui sinergi dengan lingkungan pendidikan dan pakar teknologi, Polres Semarang berkomitmen untuk terus mengembangkan program edukasi serupa demi menyiapkan pelajar yang siap menghadapi masa depan digital tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis.(*)









Tinggalkan Balasan