Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Sepuluh orang inovator di Kota Salatiga mendapat pengakuan khusus setelah berhasil melahirkan berbagai terobosan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Mereka dinobatkan sebagai Insan Penggerak Inovasi Daerah 2026 dalam apel pagi di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan inovasi yang dinilai mampu memperkuat kualitas pelayanan publik.

Tidak hanya memberikan penghargaan kepada para inovator, Pemkot Salatiga juga memberikan apresiasi kepada para pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kota Salatiga 2026 kategori perangkat daerah serta tiga tim pelajar penerima bantuan pengembangan inovasi dari Baznas.

Inovasi Digital hingga Layanan Kesehatan Jadi Unggulan

Dalam kategori perangkat daerah, inovasi SIDELA dari Dinas Komunikasi dan Informatika berhasil meraih juara pertama. Disusul inovasi Teman Moci (Temukan HIV dengan Mobile VCT pada Populasi Kunci) dari Puskesmas Sidorejo Lor sebagai juara kedua.

Sementara juara ketiga diraih inovasi PINTAR TULIS dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga.

Berbagai inovasi tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi baru dalam pelayanan masyarakat, mulai dari sektor digitalisasi, kesehatan, hingga peningkatan akses informasi.

Selain perangkat daerah, perhatian juga diberikan kepada generasi muda. Tiga karya siswa SMK Negeri 2 Salatiga, yakni SIAGARIDE, SMART FINANCIAL, dan SIGN LANGUAGE GLOVE, mendapatkan bantuan pengembangan inovasi dari Baznas.

Inovasi Harus Memberi Dampak Nyata

Salah satu dewan juri Krenova kategori perangkat daerah, Dhinar Sasongko, menegaskan bahwa inovasi tidak cukup hanya memiliki ide yang berbeda. Sebuah inovasi harus mampu menjawab persoalan masyarakat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Ada tiga aspek utama yang menjadi penilaian, yakni kebaruan, keberlangsungan, dan yang paling penting adalah dampaknya terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dhinar.

Menurutnya, seluruh inovasi peserta telah melewati sejumlah tahapan penilaian, mulai dari seleksi administrasi, presentasi, hingga verifikasi lapangan.

Dewan juri, kata dia, tidak hanya melihat konsep yang menarik, tetapi juga sejauh mana inovasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dorong Budaya Siap Inovasi

Kepala Bappeda Kota Salatiga, Siswo Hartanto, mengatakan Krenova menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun budaya Siap Inovasi di lingkungan pemerintahan, dunia pendidikan, maupun masyarakat.

Menurutnya, inovasi yang telah lahir tidak boleh berhenti hanya sebagai karya lomba, tetapi harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat jangka panjang.

“Tahun depan penyelenggaraan Krenova akan kami tingkatkan lagi. Kami ingin semakin banyak inovasi lahir dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, maupun masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan berharap penghargaan tersebut menjadi pemicu bagi seluruh aparatur, tenaga kesehatan, pendidik, dan pelajar untuk terus menciptakan gagasan baru.

Menurutnya, budaya inovasi menjadi salah satu kunci menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, efektif, dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Setiap inovasi yang bermanfaat harus mendapat ruang untuk tumbuh dan dikembangkan,” ujarnya.