Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA, HARIAN7.COM – Komitmen berbagi kepada sesama terus dijaga Alumni MTsN Salatiga angkatan 1997/1998. Untuk kesepuluh kalinya, mereka menggelar kegiatan santunan anak yatim yang menyasar 50 anak di Ngronggo RT 04 RW 04, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di rumah Ketua Panitia Romdhoni tersebut menjadi agenda rutin alumni yang digelar setiap bulan Muharram. Selain memberikan santunan, acara juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antaralumni yang telah terjalin sejak lulus dari MTsN Salatiga.
Ketua Panitia, Romdhoni, mengatakan kegiatan santunan anak yatim telah menjadi tradisi yang dipertahankan selama satu dekade terakhir.
“Alhamdulillah, tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-10. Sebanyak 50 anak yatim menerima santunan. Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dan kebersamaan seluruh alumni yang selalu berpartisipasi setiap tahun,” ujar Romdhoni.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak yatim, tetapi juga memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi pengingat bahwa berbagi tidak akan mengurangi rezeki. Semoga apa yang diberikan dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh alumni,” katanya.
Salah satu alumni MTsN Salatiga angkatan 1997/1998, Sholikin, menambahkan bahwa kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu upaya alumni untuk menjaga kekompakan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Selain membantu anak-anak yatim, kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antaralumni. Kami bersyukur kebersamaan yang terjalin sejak sekolah masih terus terjaga hingga sekarang,” ujar Sholikhin.
Acara tersebut turut dihadiri guru sepuh MTsN Salatiga, Nasai, serta para alumni dan warga sekitar. Selain penyerahan santunan, kegiatan diisi dengan doa bersama dan ramah tamah dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Memasuki tahun ke-10 pelaksanaannya, Alumni MTsN Salatiga angkatan 1997/1998 berharap kegiatan santunan anak yatim dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi untuk menumbuhkan semangat berbagi serta kepedulian sosial di masyarakat.









Tinggalkan Balasan