KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Ratusan santri Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran menorehkan capaian akademik dan keagamaan yang membanggakan. Pada acara pelepasan santri lulusan Madrasah Aliyah (MA), Sabtu (6/6/2026), mayoritas lulusan berhasil meraih predikat mumtaz atau sangat memuaskan, sementara lebih dari seratus di antaranya telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz.
Pesantren yang telah berdiri sejak 1987 itu melepas 341 lulusan, terdiri dari 271 santri putra dan 70 santri putri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 235 santri putra (86,72 persen) dan 56 santri putri (80 persen) memperoleh nilai sangat memuaskan.
Kepala Bagian Humas dan Kesekretariatan Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran, Arifin Siregar, mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran kualitas pendidikan yang terus dijaga pesantren dari tahun ke tahun.
“Ini merupakan pelepasan santri lulusan kelas 3 MA Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran. Para lulusan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua,” ujarnya.
Tak hanya unggul secara akademik, banyak lulusan juga mencatat prestasi dalam bidang tahfiz Al-Qur’an. Tahun ini terdapat 81 santri putra (29,88 persen) dan 27 santri putri (38,57 persen) yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz.
Predikat lulusan terbaik putra diraih Habibi Musyaffa dengan nilai rata-rata 98,5. Selain menyelesaikan hafalan 30 juz, ia juga berhasil memperoleh tiga sanad jamak qira’at dengan total tujuh riwayat Al-Qur’an yang bersambung hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Sementara lulusan terbaik putri diraih Mufida Zafira Alisha dengan nilai rata-rata 98,8. Selain hafal 30 juz dan memperoleh ijazah sanad Al-Qur’an yang bersambung hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Mufida juga telah diterima di Program Studi Syariah LIPIA Jakarta.
Arifin menjelaskan, para lulusan Al Irsyad Tengaran melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Sejumlah alumni diterima di kampus-kampus ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Universitas Brawijaya.
Adapun untuk studi luar negeri, banyak alumni melanjutkan pendidikan ke Arab Saudi dan Mesir.
Menurut Arifin, minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di Al Irsyad Tengaran terus meningkat. Pada penerimaan peserta didik baru tahun ini, jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.600 orang, namun hanya sekitar 550 santri yang diterima.
“Yang diterima sekitar 550 santri. Jadi kurang lebih hanya sepertiga dari total pendaftar,” katanya.
Ia menambahkan, santri yang belajar di Al Irsyad berasal dari berbagai wilayah Indonesia, dengan dominasi dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jabodetabek.
Sementara itu, anggota DPP PIA Tengaran, Ustaz Toriq Abdat, menyebut pelepasan tahun ini merupakan angkatan ke-35 untuk santri putra dan angkatan ke-8 untuk santri putri.
“Alhamdulillah, hari ini pelepasan santri putra angkatan ke-35 dan santriwati angkatan ke-8. Pesantren ini mulai berdiri pada 1987 dan mulai menjalankan kegiatan pendidikan pada tahun 1988,” ujarnya.
Menurut Toriq, perkembangan pesantren berlangsung secara bertahap dari kondisi yang sangat sederhana hingga kini memiliki ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah dan negara.
“Kalau untuk Timur Tengah, alumni kami yang melanjutkan studi cukup banyak di Madinah. Selain itu ada yang ke Mesir dan berbagai perguruan tinggi lainnya, baik di luar negeri maupun dalam negeri,” katanya.
Ia menambahkan, dibukanya program peminatan IPA dalam beberapa tahun terakhir turut membuka peluang lebih besar bagi lulusan untuk diterima di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta unggulan.
Hingga tahun ini, Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran telah meluluskan sekitar 5.057 alumni, yang tersebar di berbagai bidang profesi dan lembaga pendidikan di Indonesia maupun mancanegara. Dengan tingginya animo masyarakat dan prestasi para santri, pesantren tersebut terus memperkuat posisinya sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang diminati di Indonesia.







Tinggalkan Balasan