JAKARTA | HARIAN7.COM – Perayaan hari ulang tahun sekolah biasanya identik dengan panggung hiburan atau seremoni. Namun, ratusan pelajar Sekolah Abdi Siswa memilih merayakannya dengan aksi lingkungan dengan menebar 370 liter cairan ekoenzim ke Kali Sekretaris, Jakarta Barat, Jumat (5/6).
Sebanyak 269 siswa dari jenjang TK hingga SMA terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Cairan ekoenzim yang ditebar merupakan hasil olahan sampah organik yang mereka produksi sendiri sejak Maret 2026.
Camat Kebon Jeruk Agus Mulyadi mengapresiasi langkah sekolah yang menjadikan aksi peduli lingkungan sebagai bagian dari peringatan hari ulang tahun.
Menurut Agus, kegiatan tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang pengelolaan sampah.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan, terutama pelestarian sungai. Apalagi, ekoenzim dibuat dari sampah organik, sehingga bisa mengurangi volume sampah,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.
Agus berharap gerakan serupa dapat menginspirasi masyarakat di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk untuk lebih aktif melakukan pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Aldi Jansen mengatakan pemanfaatan ekoenzim dari sampah organik membantu mendukung upaya pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Menurutnya, cairan ekoenzim memiliki sejumlah manfaat bagi lingkungan, mulai dari membantu mengurangi bau hingga dimanfaatkan untuk mendukung media tanam.
“Selain mengurangi bau dan membuat air jernih, ekoenzim ini juga baik untuk disebar ke tanah untuk media tanam,” katanya.
Ketua Pengurus Yayasan Abdi Siswa Yusuf Iskandar menjelaskan proses pembuatan ekoenzim dilakukan para siswa selama beberapa bulan terakhir dengan memanfaatkan sampah organik yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar.
Program tersebut tidak hanya dilaksanakan di unit Sekolah Abdi Siswa di Kebon Jeruk, tetapi juga melibatkan sekolah yang berada di Kembangan dan Tangerang Selatan. Secara keseluruhan, sekitar 2.500 peserta didik ikut berpartisipasi dalam gerakan serupa.
Yusuf berharap pengalaman mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat dapat menanamkan kesadaran lingkungan kepada para siswa sejak usia dini.
“Kami berharap kegiatan ini bisa mengedukasi siswa-siswi menjaga keberlanjutan alam dan memilah sampah sedari dini,” ujarnya.(Yuanta)









Tinggalkan Balasan