Yuni Indriany : Pelecehan Anak di Depok Harus Dihentikan, Edukasi Tubuh Kunci Pencegahan
DEPOK | HARIAN7.COM – Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yuni Indriany, menyuarakan keprihatinan mendalam sekaligus kemarahan atas maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur (ABU) yang terus berulang di wilayahnya. Sebagai seorang ibu dan wakil rakyat, ia menegaskan bahwa kejahatan terhadap anak adalah extraordinary crime atau kejahatan luar biasa yang menuntut respons serius dari semua pihak.
“Sebagai orang tua, saya sangat prihatin dan marah melihat kasus ini terus berulang. Anak-anak seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan terlindungi, bukan justru menjadi korban kekerasan yang merusak masa depan mereka,” ujar Yuni Indriany, Rabu (29/4/2026).
Yuni menilai peristiwa ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa perlindungan anak tidak boleh hanya berhenti pada imbauan simbolis, melainkan harus diwujudkan melalui pengawasan konkret, pendidikan moral sejak dini, serta budaya melapor yang kuat.
Desak Penegakan Hukum dan Pendampingan Korban
Menanggapi kasus-kasus terkini, Yuni mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan memberikan efek jera maksimal kepada pelaku. Menurutnya, kelembutan dalam menangani kasus anak tidak boleh disalahartikan sebagai pembiaran terhadap pelaku.
Selain penindakan hukum, Yuni juga menyoroti pentingnya aspek pemulihan korban. Ia meminta agar pendampingan psikologis menjadi prioritas utama agar para korban dapat pulih dari trauma dan kembali menatap masa depan dengan optimisme.
“Anak-anak adalah amanah dan generasi penerus bangsa. Sudah menjadi kewajiban kita bersama memastikan Depok menjadi kota yang ramah dan aman bagi setiap anak,” tegasnya.
Pentingnya Edukasi Tubuh dan Penghapusan Tabu
Dalam kesempatan tersebut, Yuni juga menyoroti peran krusial stakeholder terkait—termasuk dinas pendidikan dan sosial—untuk merespons cepat setiap laporan yang melibatkan ABU. Namun, pencegahan jangka panjang dinilai sama pentingnya.
Yuni menggarisbawahi perlunya sosialisasi intensif mengenai edukasi tubuh (body safety) kepada anak-anak. Ia mengajak masyarakat untuk menghilangkan tabu dalam membahas topik sensitif seperti batasan sentuhan fisik.
“Berikan sosialisasi agar tidak lagi ada tabu. Anak-anak perlu tahu apa yang boleh disentuh dan apa yang tidak boleh disentuh. Ini penting sebagai benteng pertahanan pertama mereka,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga di Depok untuk mempererat kedekatan dengan anak, membangun komunikasi terbuka, mendengarkan keluhan mereka, serta aktif mengawasi lingkungan pergaulan maupun aktivitas digital anak guna mencegah potensi kekerasan.













Tinggalkan Balasan