HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Pilkada Usai, Saatnya Bersatu, PRID dan Gedor Sepakat Kawal Depok Tanpa Sekat

DEPOK | HARIAN7 COM  — Suasana politik pasca-Pilkada di Kota Depok mulai mencair. Dua elemen masyarakat sipil, LSM Pokja Ramah Investasi Depok (PRID) dan LSM Gedor, menggelar pertemuan halalbihalal sekaligus rekonsiliasi di Baleka 2, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu menjadi sinyal meredanya polarisasi politik yang sempat mengemuka selama Pilkada. Kedua pihak sepakat mendorong persatuan demi kepentingan pembangunan kota.

Tokoh PRID, Kasno, mengatakan kontestasi politik seharusnya tidak lagi menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  HUT Ke-51 Supian Suri Jadi Ajang Konsolidasi, Hamzah Soroti Dukungan untuk Depok

“Pilkada sudah selesai. Tidak ada lagi 01 atau 02. Saatnya kita merapatkan barisan untuk kepentingan Kota Depok,” ujarnya.

Menurut dia, dinamika politik sebelumnya memang sempat menimbulkan ketegangan antar kelompok. Namun, pertemuan tersebut dinilai menjadi langkah awal untuk mencairkan hubungan dan membangun kembali komunikasi.

Kasno menekankan bahwa rekonsiliasi merupakan bagian dari kedewasaan berdemokrasi. Perbedaan pilihan politik, kata dia, adalah hal wajar, tetapi harus diakhiri dengan sikap saling menghargai dan bekerja sama.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terus terjebak dalam sekat politik, terlebih ketika para pemimpin daerah telah menunjukkan komitmen bersama pasca-Pilkada.

Baca Juga:  Pokir DPRD Depok 2027 Disahkan, Fokus pada Kesejahteraan dan Tata Kelola Pemerintahan

“Kalau para pemimpin sudah berangkulan, masyarakat juga harus bisa bersikap sama,” kata dia.

Meski demikian, Kasno menegaskan bahwa rekonsiliasi tidak menghilangkan peran kontrol sosial. Masyarakat tetap perlu bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun dengan cara yang konstruktif dan beretika.

“Kritik harus untuk memperbaiki, bukan memperkeruh suasana,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai seluruh elemen masyarakat di Depok pada dasarnya merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan. Karena itu, menjaga hubungan baik dinilai lebih penting daripada mempertahankan ego politik.

Baca Juga:  Edi Masturo: Semua Media Bebas Berkomunikasi dengan DPRD Depok

Kasno juga menyebut rekonsiliasi ini penting mengingat Depok tengah menghadapi sejumlah agenda, seperti Hari Jadi Kota Depok ke-27 dan penerimaan siswa baru, yang membutuhkan pengawalan bersama.

“Kita harus memastikan kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ucapnya.

Pertemuan PRID dan Gedor ini menjadi simbol upaya merawat ruang publik yang lebih sehat di Depok, dengan mengedepankan dialog, komunikasi, dan persaudaraan di atas perbedaan politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!