HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Jateng Jadi Kiblat Atlet Disabilitas, Gubernur Resmikan Hunian Mandiri NPCI Pertama di Indonesia

Laporan: Shodiq

KARANGANYAR,HARIAN7.COM – Jawa Tengah mencetak sejarah baru dalam dunia olahraga disabilitas nasional. National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah resmi menjadi satu-satunya pengurus tingkat provinsi di Indonesia yang memiliki fasilitas hunian mandiri setelah asrama atlet di Desa Delingan, Karanganyar, diresmikan pada Rabu (15/4/2026).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan langsung gedung tersebut. Ia menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan prestasi atlet paralimpiade.

“Gedungnya baru, prestasinya harus lebih baru. Ini menjadi cambuk bagi para atlet untuk terus meningkatkan capaian,” tegas Ahmad Luthfi dalam sambutannya.

Baca Juga:  Anggota Komisi IX DPR RI, Tetty Rohatiningsih Sosialisasi Dukung MBG

Selama ini, Jawa Tengah dikenal sebagai lumbung atlet paralimpik nasional. Pada ajang ASEAN Para Games 2025, atlet Jateng berkontribusi besar dengan menyumbang 44 emas, 33 perak, dan 39 perunggu bagi Indonesia. Torehan ini setara dengan 32,5 persen dari total medali tim nasional, yang sekaligus mengantarkan Indonesia menjadi runner-up umum.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi gemilang tersebut, Pemprov Jateng menggelontorkan bonus (tali asih) senilai lebih dari Rp10 miliar bagi atlet dan pelatih. Penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama sebesar Rp4,4 miliar diserahkan hari ini, sementara sisanya akan dialokasikan melalui APBD Perubahan.

Baca Juga:  Tim Hukum Sekda Cilacap Nonaktif Soroti Kejanggalan Penanganan Perkara Setelah Terima Tembusan Perpanjangan Penahanan

“Sejak di Solo, atlet paralimpik kita membuat saya merinding. Karena itu, saya akan ngopeni (merawat) sarana prasarana yang masih kurang,” tambah Luthfi, yang juga dikenal sebagai Bapak Disabilitas Jawa Tengah.

Ia menekankan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang, melainkan potensi yang harus dikelola secara optimal untuk mengharumkan nama bangsa.

Baca Juga:  Polresta Cilacap Gelar Sosialisasi dan Penindakan Operasi Zebra Candi 2025 di Sejumlah Ruas Jalan

Kebahagiaan pun dirasakan oleh Eliana, atlet angkat besi kelas 41 kilogram peraih emas. Ia menerima tali asih sebesar Rp90 juta dan mengaku semakin termotivasi dengan adanya asrama baru tersebut.

“Senang sekali, ini jadi motivasi untuk terus berprestasi. Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut, terutama untuk fasilitas latihan,” ungkap Eliana.

Hadirnya asrama di Karanganyar ini diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya talenta-talenta baru yang siap bersaing di level internasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!