HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Jateng Incar Investasi Hijau, Potensi EBT 13 GW Siap Digarap

Laporan: Shodiq

SEMARANG,HARIAN7.COM– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mempercepat transisi energi dengan membuka peluang investasi besar-besaran di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Dengan potensi mencapai 13 Gigawatt (GW), Jateng kini memposisikan diri sebagai magnet utama industri hijau di Indonesia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa investasi sektor EBT pada periode 2024-2025 telah menembus angka Rp7,1 triliun. Meski secara angka nominal tahun 2025 (Rp1,4 triliun) terlihat lebih rendah dibanding 2024 (Rp5,4 triliun), hal ini justru menandakan kemajuan proyek.

Baca Juga:  Siaga Bencana, Polres Tegal dan Kodim 0712 Gelar Apel Bersama

“Penurunan nilai investasi pada 2025 terjadi karena pergeseran fase. Tahun 2024 didominasi pembangunan fisik dan belanja modal, sementara tahun 2025 sudah masuk tahap operasional,” ujar Sakina di Semarang, Rabu (22/4/2026).

Salah satu tonggak sejarah terbaru adalah beroperasinya pabrik perakitan kendaraan listrik (EV) di Kabupaten Magelang yang diresmikan Presiden Prabowo awal April ini. Pabrik tersebut kini memproduksi bus, truk, hingga forklift listrik. Selain itu, proyek strategis seperti pabrik solar cell dan baterai di KEK Batang serta KEK Kendal terus berjalan.

Baca Juga:  Pemerhati Sosial Nilai Tak Ada Kaitan Kiriman Bangkai Burung ke Aktivis dengan PT TPL : Tolak Tuduhan Tanpa Fakta dan Data yang Autientik

Untuk menjaga momentum, Pemprov Jateng melakukan inventarisasi potensi EBT di 35 kabupaten/kota yang dikemas dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO). Peluang yang ditawarkan mencakup panas bumi di Banjarnegara dan Wonosobo, energi angin, hingga pengelolaan sampah menjadi energi.

Langkah ini selaras dengan visi Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk mempercepat kemandirian energi bersih.

Senada dengan hal tersebut, Analis Institute for Essential Services Reform (IESR), Zakki Muwafiq, menilai potensi terbesar Jateng terletak pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Potensi PLTS tersebar di 10 kabupaten dengan kapasitas mencapai 13 gigawatt,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kapolda Jateng dan Ganjar Terima Suntikan Vaksinasi Covid -19

Data Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN mencatat konsumsi listrik di Jateng naik 5,3 persen dalam empat tahun terakhir. Lonjakan kebutuhan ini dipandang sebagai momentum emas bagi investor EBT.

“Ada kebutuhan besar yang harus disuplai oleh energi bersih. Ini bukan sekadar tren, tapi peluang strategis untuk memperkuat ketahanan energi daerah,” pungkas Zakki. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!