HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Hamzah : Lebaran Depok 2026 Usung Konsep Edukatif dan Penguatan Identitas

DEPOK, KOMPAS.com – Persiapan Lebaran Depok 2026 kian matang. Perhelatan budaya tahunan kebanggaan masyarakat Kota Depok itu akan hadir dengan konsep yang lebih hidup, sarat makna, dan menegaskan identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Kepanitiaan tahun ini dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, yang terpilih melalui musyawarah lintas unsur, melibatkan pemerintah daerah, DPRD, komunitas Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD), serta unsur TNI dan Polri.

Di bawah kepemimpinannya, Lebaran Depok 2026 tidak hanya difokuskan sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya dan edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Fokus utama kita tetap pada pelestarian budaya, khususnya budaya Betawi dan budaya Nusantara. Tahun ini kita ingin menghadirkan rangkaian kegiatan yang lebih beragam dan terasa nilai edukasinya,” ujar Hamzah di Balai Kota Depok, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga:  Polemik PPDB 2024: Kebijakan Pj Gubernur Jawa Barat Picu Polemik, Siapa Yang Harus Bertanggung Jawab

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 9 April 2026. Berbagai pertunjukan seni dan tradisi akan ditampilkan, seperti lenong, tarian daerah, hiburan rakyat, hingga atraksi budaya yang sarat nilai sejarah.

Panitia juga menyiapkan konsep edukatif melalui simulasi kehidupan masyarakat Depok tempo dulu.

Pengunjung akan diajak mengenal tradisi lama, seperti rantangan atau berbagi makanan antarwarga, proses pembuatan dodol, hingga kegiatan bersih-bersih rumah menjelang hari besar.

Baca Juga:  Sahkan Dua Raperda ,Wakil Walikota Depok Ucapkan Terima Kasih Kepada DPRD

Menurut Hamzah, pendekatan tersebut penting untuk memperkenalkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kearifan lokal yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Depok.

“Ini bukan sekadar hiburan. Kita ingin masyarakat, terutama anak-anak muda, memahami bagaimana tradisi itu hidup dan nilai-nilai yang diwariskan,” katanya.

Selain itu, panitia juga melibatkan dunia pendidikan. Pada penutupan acara, akan digelar pawai budaya yang melibatkan para guru sebagai bagian dari upaya memperkuat pewarisan nilai budaya.
Pelibatan sekolah dinilai sebagai langkah strategis agar budaya lokal semakin dekat dengan generasi muda dan berpotensi menjadi bagian dari materi pembelajaran.

“Anak-anak Depok harus mengenal akar budayanya dan memahami jati dirinya,” ucap Hamzah.

Baca Juga:  Pengadilan Negeri Depok Sepi Usai OTT KPK terhadap Wakil Ketua PN

Pembukaan Lebaran Depok 2026 akan digelar serentak di tiga wilayah, yakni Tapos, Cipayung, dan Bojongsari, sebelum berlanjut ke rangkaian acara utama hingga penutupan.

Selain pertunjukan tradisional, panitia juga menyiapkan penampilan band ternama untuk menambah daya tarik acara, meski masih dalam tahap finalisasi.

Dengan konsep yang lebih inklusif dan edukatif, Lebaran Depok 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum memperkuat identitas budaya masyarakat Depok.

“Budaya adalah penuntun jati diri. Lewat Lebaran Depok, kita ingin memastikan generasi mendatang tetap memahami siapa dirinya,” tutur Hamzah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!