HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Tragedi Berburu Janur Lebaran, Warga Pabelan Ditemukan Tewas di Atas Pohon Kelapa

Laporan: Shodiq

PABELAN,HARIAN7.COM – Seorang pria bernama Suharno (50) ditemukan meninggal dunia di atas pohon kelapa di Dusun Brangkongan, Desa Ujung-ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Sabtu (14/3/2026) pagi. Korban diduga mengalami kelelahan saat sedang berpuasa dan kondisi kesehatan yang kurang fit.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh anak korban, Jepri, sekitar pukul 07.10 WIB. Merasa curiga karena sang ayah tak kunjung pulang, Jepri mencari ke area kebun dan mendapati ayahnya dalam posisi tak bergerak di puncak pohon kelapa ketiga yang dipanjatnya hari itu.

Baca Juga:  Keluarga Korban Kecelakaan Kerja Dusun Semilir Anggap Masalah Selesai, Tegaskan Santunan Bukan Pengganti Nyawa, Begini Respon Praktisi Hukum

Camat Pabelan, Surihanto, mengonfirmasi bahwa korban merupakan seorang “tukang tebas” yang sedang menyiapkan stok janur untuk kebutuhan Lebaran.

“Kondisi kesehatan korban sebenarnya sedang kurang fit, namun tetap memanjat karena tuntutan pekerjaan mencari janur. Diduga korban kelelahan saat memanjat pohon yang ketiga dalam keadaan berpuasa,” ujar Surihanto saat dikonfirmasi awak media, Sabtu siang.

Baca Juga:  Pintu Kontainer Terbuka Tiba-tiba, 25 Ton Partikel Kayu Tumpah di Jalur Solo-Semarang

Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan melibatkan personel gabungan dari Polsek Pabelan, Koramil, tim medis Puskesmas, Satpol PP, Damkar, BPBD, serta relawan. Petugas harus memanjat pohon tersebut untuk menurunkan jenazah korban dengan peralatan keselamatan.

Baca Juga:  Lansia Warga Semarang Meninggal Dunia Usai Berenang di Kolam Renang Siwarak

Berdasarkan pemeriksaan tim medis di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Usai dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sebagai bentuk kepedulian, pihak kecamatan bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) telah menyalurkan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan melalui Kepala Desa Ujung-ujung.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!