Rutan Temanggung Layani Kunjungan Lebaran, 186 Keluarga Bertemu 70 Warga Binaan
Laporan: Ratmaningsih
TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Temanggung membuka layanan kunjungan khusus Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Senin (23/3/2026). Pada hari kedua Lebaran, sebanyak 186 keluarga hadir untuk bersilaturahmi dengan 70 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam suasana penuh haru.
Kegiatan kunjungan Lebaran ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 23 hingga 24 Maret 2026. Kepala Rutan Temanggung, Hendra Prastya Nugraha, memimpin langsung jalannya kegiatan di lingkungan rutan.
Pengamanan melibatkan total 25 personel, terdiri dari 14 staf rutan, tiga taruna Poltekip, serta peserta magang. Selain itu, dukungan pengamanan juga datang dari Kodim 0706 Temanggung dan Polres Temanggung.
Salah satu pengunjung, Diana, mengaku momen Lebaran kali ini dimanfaatkannya untuk berbagi kebahagiaan bersama suami yang tengah menjalani masa hukuman.
“Bagi saya, di hari Lebaran ini ingin merayakan bersama keluarga. Namun karena suami masih berada di rutan, saya dan anak-anak menjenguknya. Kami harus mendaftar, mendapat stempel, dan melalui pemeriksaan ketat sebelum bisa bertemu,” ujar Diana.
Pelaksanaan kunjungan dilaporkan berjalan tertib, aman, dan kondusif. Momen ini diharapkan menjadi motivasi bagi para WBP untuk berperilaku baik, aktif mengikuti program pembinaan, serta siap kembali ke masyarakat.
Hendra memastikan seluruh layanan kunjungan Idul Fitri dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Proses pengamanan dan pelayanan dilakukan secara optimal, mulai dari pendaftaran hingga kunjungan tatap muka selesai.
Seluruh layanan kunjungan diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.
“Kami ingin negara hadir memberi ruang kebahagiaan bagi WBP dan keluarga. Bagi sekitar 30 WBP yang tidak mendapat kunjungan langsung, kami menyediakan layanan video call terjadwal berdasarkan data keluarga inti dalam sistem database pemasyarakatan,” kata Hendra.
Ia menambahkan, layanan kunjungan Lebaran tidak sekadar rutinitas, melainkan wujud kehadiran negara dalam menghadirkan kebahagiaan bagi warga binaan dan keluarganya. Suasana haru dan kebersamaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, saat para WBP melepas rindu dengan keluarga.
Bagi WBP yang belum mendapat kunjungan langsung, fasilitas komunikasi melalui video call tetap disediakan. Layanan ini dilakukan secara terjadwal dan diawasi petugas, mengacu pada data keluarga inti dalam Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), sehingga para warga binaan tetap dapat merasakan hangatnya momen Lebaran bersama keluarga.(*)
























Tinggalkan Balasan