RSUD Salatiga Resmi Gunakan Nama dr. Soebarkat, Etos Kerja Diminta Diperbarui
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Identitas baru Rumah Sakit Umum Daerah Kota Salatiga resmi diperkenalkan, Selasa (3/3). Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., meluncurkan nama dan logo RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo dalam seremoni di halaman parkir rumah sakit tersebut.
Perubahan nama itu dihadiri jajaran Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, pejabat Pemerintah Kota Salatiga, Kepala BPJS Cabang Ungaran, pimpinan BUMD, direktur rumah sakit se-Salatiga, unsur perbankan dan akademisi, hingga keluarga besar ahli waris almarhum dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo.
Wali Kota menyebut, penetapan nama tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh kesehatan yang dinilai meletakkan fondasi pelayanan medis di kota itu. Menurut dia, keputusan itu tidak diambil sepihak.
“Penggunaan nama ini bukan sekadar keputusan manajemen, melainkan hasil partisipasi publik yang transparan. Melalui polling terbuka pada Januari lalu, dari 5.713 suara yang masuk, nama dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo memperoleh dukungan tertinggi sebanyak 2.235 suara. Hal ini membuktikan adanya ikatan batin yang kuat antara masyarakat dengan sosok beliau,” ujar Robby.
Ia mengingatkan, perubahan identitas harus diikuti pembaruan etos kerja. RSUD yang telah terakreditasi Paripurna dan berstatus Rumah Sakit Tipe B Pendidikan, kata dia, mesti menjadikan momentum ini sebagai titik tolak peningkatan mutu layanan.
“Jangan hanya papan namanya yang baru, tetapi semangat kerja juga harus baru. Jadikan integritas dan dedikasi dr. Soebarkat sebagai inspirasi dalam memberikan pelayanan yang humanis, cepat, tepat, dan penuh empati,” katanya.
Direktur RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo, dr. Ita Rima Rahmawati, Sp.Rad (K) PRP, menyatakan rebranding dilakukan untuk menanggalkan kesan birokratis yang kaku. Rumah sakit, ia menambahkan, akan menguatkan digitalisasi layanan dan meneguhkan budaya 5S.
“Kami ingin meninggalkan birokrasi yang kaku. Dengan semangat digitalisasi, pelayanan kepada pasien akan dibuat lebih mudah, cepat, dan nyaman. Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) harus tercermin dalam setiap tutur kata dan tindakan petugas kami, demi menjaga marwah nama besar dr. Soebarkat sebagai simbol kedermawanan dan dedikasi tanpa batas,” ujar Ita.
Prosesi penyerahan piagam penghargaan dan cinderamata kepada ahli waris almarhum berlangsung haru, disertai pemutaran video profil yang menelusuri jejak pengabdian dr. Soebarkat.
Pada kesempatan yang sama, rumah sakit juga menandai dimulainya rangkaian kegiatan “RSUD dr. Soebarkat Fun Run 2026”. Jajaran Forkopimda menandatangani jersey resmi kegiatan yang puncaknya dijadwalkan pada 26 April 2026.
Acara ditutup dengan pemotongan pita dan sesi foto bersama di depan papan nama akrilik baru. Dengan slogan Tripel S, Salatiga, Sehat, dan Sembuh manajemen rumah sakit menyatakan komitmen menjadikan fasilitas itu sebagai rumah harapan bagi warga kota.(*)












Tinggalkan Balasan