Puncak Mudik Diprediksi 14 Maret, Kapolres Semarang Siapkan Rekayasa Lalin
Laporan : Shodiq
UNGARAN, HARIAN7.COM – Polres Semarang menyiagakan 510 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik dalam Operasi Ketupat Candi 2026. Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, menjelaskan bahwa ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Fokus utama petugas adalah memberikan pelayanan prima serta memastikan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Semarang.
“Kami mengedepankan sisi hospitality agar pemudik merasa aman dan nyaman. Personel akan tersebar di titik-titik strategis untuk menjamin kondusivitas wilayah,” ujar AKBP Ratna usai memimpin Apel Gelar Pasukan di Alun-alun Bung Karno, Kalirejo, Kamis (12/3/2026).
Sebagai bentuk kesiapan cipta kondisi, Polres Semarang juga memusnahkan ribuan botol minuman keras hasil Operasi Pekat yang digelar 20 hari sebelumnya.
Peta Pengamanan dan Prediksi Arus
Untuk mendukung kelancaran arus, polisi menyiapkan 8 Pos Pengamanan (Pospam), yang terdiri dari 5 pos di rest area, 1 Pos Terpadu di Ngampin, dan 2 pos pelayanan.
Pihak kepolisian memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret dan gelombang kedua pada 18 Maret 2026. Terkait rekayasa lalu lintas, skema khusus telah disiapkan baik di jalur tol maupun arteri.
“Kami terus berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Jateng mengenai pemberlakuan one way lokal. Tim urai juga sudah siap di titik rawan macet untuk mengantisipasi kepadatan,” imbuh Kapolres.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan respons cepat Call Center 110 atau chatbot resmi Polres Semarang jika mengalami kendala di perjalanan. Melalui operasi ini, angka kecelakaan dan kriminalitas diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin selama perayaan Idulfitri. (*)












Tinggalkan Balasan