Pohon Beringin Tua Tumbang Timpa Rumah Warga di Tegalrejo, Satu Orang Luka
MAGELANG | HARIAN7.COM – Sebuah pohon beringin tua berdiameter sekitar satu meter tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun Kerekan RT 02 RW 15, Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Senin (2/3) sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan satu orang mengalami luka dan satu unit rumah rusak pada bagian dapur.
Pohon yang diketahui telah berusia tua dan dalam kondisi lapuk tersebut roboh secara tiba-tiba saat aktivitas warga mulai berlangsung. Rumah yang terdampak merupakan milik Sigro (72), yang dihuni tiga jiwa. Saat kejadian, Sigro tengah menyapu halaman rumahnya.
Tanpa tanda-tanda sebelumnya, batang pohon ambruk ke arah bangunan belakang dan menghantam dapur. Material batang dan ranting besar menimpa atap serta dinding hingga mengalami kerusakan.
Perangkat Desa Tegalrejo, Cholid Mawardi, mengatakan patahan ranting sempat mengenai pundak Sigro sebelum korban menjauh dari lokasi.
“Begitu terdengar suara pohon roboh, warga sekitar langsung keluar rumah dan membantu Pak Sigro. Bersama-sama memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke (Rumah Sakit) Merah Putih,” kata Cholid.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pendataan dampak. Petugas bersama warga melakukan pembersihan material pohon guna mencegah potensi bahaya lanjutan serta memulihkan kondisi rumah terdampak.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Magelang, Cahyono Dwikartiputra, menjelaskan hasil asesmen menunjukkan penyebab utama kejadian adalah kondisi pohon yang telah tua dan mengalami pelapukan pada batang maupun akar.
“Dari hasil assesmen, pohon memang dalam kondisi rapuh dan lapuk. Faktor usia serta kondisi batang yang sudah keropos. Meskipun saat kejadian tidak disertai angin kencang, pohon tetap roboh karena secara struktur sudah tidak stabil,” ujar Cahyono saat dikonfirmasi.
Menurutnya, kondisi rumah saat ini dalam tahap pembersihan dan perbaikan ringan. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi sadar. Pemerintah desa juga akan melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan pemulihan dapat tertangani.
Peristiwa di Tegalrejo terjadi di tengah rangkaian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Magelang dalam beberapa hari terakhir. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak akhir Februari memicu sejumlah kejadian tanah longsor.
Pada Minggu (1/3) pukul 05.00 WIB, tanah longsor terjadi di Dusun Tegalombo I, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman. Longsoran menimpa rumah non permanen milik Iskanan (76) dan menyebabkan kerusakan ringan pada bagian dapur, tanpa korban jiwa.
Masih di Kecamatan Salaman, material longsor sempat menutup akses jalan penghubung Dusun Gorangan Lor dan Dusun Basongan, Desa Kalisalak. Pembersihan dilakukan secara bertahap agar mobilitas warga kembali normal.
Di Kecamatan Borobudur, longsor dilaporkan terjadi di beberapa titik. Di Dusun Ngargosari, Desa Ngargogondo, Minggu (1/3) sekitar pukul 04.30 WIB, longsoran batu besar seluas sekitar 30 meter persegi menutup sebagian akses jalan dan berpotensi mengancam sekitar 20 rumah warga di bawahnya.
Sementara itu, di Dusun Wonolelo, Desa Kenalan, serta Dusun Wonosari, Desa Candirejo, longsor menutup akses jalan dusun. Di Kecamatan Sawangan, Sabtu (28/2), longsor di Dusun Plutungan, Desa Wonolelo, merusak ringan kandang ternak milik Ibu Karni (61). Pada malam harinya pukul 22.45 WIB, longsor di Dusun Ketep, Desa Ketep, menyebabkan dua rumah mengalami kerusakan ringan.
BPBD Kabupaten Magelang bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat masih melakukan penanganan dan pemantauan di seluruh titik terdampak.
Cahyono mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda potensi bencana.
“Apabila terjadi hujan dengan durasi lama, muncul retakan tanah, pohon terlihat miring, atau terdengar suara gemuruh dari tebing, segera menjauh dari area berisiko dan laporkan kepada aparat desa maupun BPBD. Kewaspadaan dan respons cepat masyarakat sangat menentukan dalam meminimalkan korban dan kerugian,” pungkasnya.(Sam)












Tinggalkan Balasan