HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Pemdes Kopeng Berbagi, Anak Yatim dan Warga Difabel Terima Santunan

Laporan: Sandi Edramulyawan

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Pemerintah Desa Kopeng bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirto Umbulrejo menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu, siswa dari keluarga tidak mampu, janda dan duda miskin, serta penyandang disabilitas. Kegiatan pentasyarufan itu digelar di Sanggar Seni Krido Budoyo, Desa Kopeng, Kamis (12/3/2026).

Acara dibuka oleh Kepala Desa Kopeng, Rebo Sarwoto, dan dihadiri anggota DPRD Kabupaten Semarang, Rizka Dwi Prasetyo. Santunan tersebut menyasar puluhan warga yang dinilai membutuhkan dukungan ekonomi, terutama dari kalangan pelajar dan kelompok rentan di desa setempat.

Sekretaris Desa Kopeng, Nur Hasim, yang didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) Harun Purwanto, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa kepada warga yang membutuhkan.

Baca Juga:  Hotman Paris: Kalau Berani Gugat, Ridwan Kamil Harus Siap Tes DNA

“Pada hari ini kami Pemerintah Desa Kopeng melaksanakan kegiatan pentasyarufan santunan untuk siswa-siswi dan warga disabilitas yang kurang mampu,” kata Nur Hasim.

Ia menjelaskan, penerima bantuan untuk kategori pelajar diambil dari sejumlah sekolah yang berada di wilayah Desa Kopeng. Secara keseluruhan, terdapat 83 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima santunan pada kegiatan tersebut.

“Untuk anak-anak siswa-siswi kami ambil dari sekolah-sekolah yang ada di Desa Kopeng sejumlah 83 KPM. Itu kami laksanakan pada hari ini, tanggal 12 Maret 2026,” ujarnya.

Nur Hasim menambahkan, dana santunan tersebut bersumber dari pendapatan asli desa (PAD) yang diperoleh dari berbagai unit usaha desa. Di antaranya pengelolaan pasar desa, pengelolaan objek wisata, serta pengelolaan sampah.

Baca Juga:  Drone Murah, Tewaskan Rakyat Gaza: Laporan Investigasi Bongkar Praktik Brutal Militer Israel

“Kegiatan ini menggunakan anggaran dari pendapatan asli desa yang ada di Desa Kopeng, hasil dari pengelolaan pasar, pengelolaan wisata, dan pengelolaan sampah yang ada di desa,” katanya.

Menurut dia, seluruh penerima bantuan hadir dalam kegiatan tersebut dan menunjukkan antusiasme tinggi. Bantuan pun telah disalurkan secara langsung kepada seluruh peserta.

“Peserta yang tadi sudah kami distribusikan ada 83 orang, dan alhamdulillah mereka semua antusias serta hadir semua,” kata dia.

Ia menuturkan, kegiatan santunan ini dirancang sebagai program rutin tahunan pemerintah desa. Program tersebut telah berjalan selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga:  KPK Bongkar Skandal Kuota Haji Rp 1 Triliun, Desak Perbaikan Tata Kelola Ibadah Akbar

“Ini kegiatan rutin tahunan. Kami sudah melaksanakan selama tiga tahun,” ujarnya.

Pemerintah desa berharap, bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban ekonomi warga penerima. Ke depan, desa juga menargetkan peningkatan pendapatan asli desa agar jumlah penerima bantuan dapat diperluas.

“Harapannya kami hanya bisa sedikit membantu saudara-saudara kami atau anak-anak kami di Kopeng yang benar-benar membutuhkan secara ekonomi. Semoga bisa sedikit mengurangi beban mereka,” kata Nur Hasim.

Ia menambahkan, jika pendapatan desa meningkat pada tahun-tahun mendatang, jumlah penerima santunan diharapkan bisa bertambah.

“Ke depan kami berharap pendapatan asli desa di Kopeng bisa meningkat, sehingga kami bisa melakukan perluasan jumlah penerima santunan pada tahun berikutnya,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!