HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Di Balik Layar Mudik Lebaran, Operator Call Center 110 Polres Salatiga Siaga 24 Jam Layani Warga

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Di tengah hiruk pikuk pengaturan arus mudik yang kerap menyita perhatian publik, ada peran penting yang bekerja senyap namun krusial: operator Call Center 110 Polres Salatiga yang siaga tanpa henti selama 24 jam.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, layanan Call Center 110 menjadi garda terdepan kepolisian dalam menerima laporan, keluhan, hingga permintaan informasi masyarakat, khususnya terkait keamanan dan ketertiban serta kondisi lalu lintas. Layanan ini dapat diakses secara gratis dan langsung terhubung dengan petugas di lapangan.

Salah satu momen yang menggambarkan peran vital tersebut terjadi pada Rabu (18/3/2026) sore. Di tengah aktivitas padat dan kondisi berpuasa, operator menerima panggilan dari seorang perempuan yang panik menanyakan situasi lalu lintas, terutama terkait penerapan sistem one way dari arah Jakarta menuju Semarang.

Baca Juga:  Cegah Banjir, Pemkot Semarang Siapkan Ribuan Sandbag di Titik Rawan

Aiptu Eddie Herwanto merespons cepat dengan penjelasan yang lugas dan menenangkan. Ia menyampaikan bahwa sistem one way telah diberlakukan sejak pukul 13.00 WIB, sehingga jalur tol menuju Semarang dari Salatiga tidak dapat dilalui. Ia juga menyarankan pemudik untuk menggunakan jalur alternatif.

“Untuk one way dari arah Jakarta sudah diberlakukan sejak siang sekitar pukul 13.00 WIB, sehingga jalur tol menuju Semarang dari Salatiga tidak dapat dilalui. Kami sarankan menggunakan jalur alternatif, karena berdasarkan pantauan CCTV TMC Polres Salatiga, kondisi arus lalu lintas terpantau ramai lancar,” jelas Eddie.

Respons cepat dan informatif tersebut mendapat apresiasi dari penelepon, yang kemudian diketahui bernama Jatmi. Ia menyampaikan terima kasih sebelum menutup sambungan telepon.

Baca Juga:  NBA, Milwaukee Bucks Tambah Kekuatan dengan Kehadiran Rajon Rondo sebagai Pelatih Tamu

Eddie menuturkan, kecepatan dan ketepatan dalam merespons laporan masyarakat menjadi prioritas utama. “Kecepatan menerima dan menanggapi laporan masyarakat adalah fokus kami. Baik itu permintaan informasi maupun laporan gangguan kamtibmas, semuanya harus kami respons dengan cepat, tepat, dan humanis,” ujarnya.

Ia mengakui, tugas sebagai operator Call Center 110 memiliki tantangan tersendiri, terutama karena harus selalu siaga sepanjang waktu. “Kami harus selalu siap siaga, terkadang harus menunda aktivitas pribadi demi melayani masyarakat. Namun ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi penyemangat dan menghapus rasa lelah kami,” katanya.

Selama Operasi Ketupat Candi 2026 berlangsung, layanan Call Center 110 Polres Salatiga telah menerima berbagai laporan masyarakat yang langsung diteruskan ke unit terkait untuk ditindaklanjuti.

Pelaksana Harian Kasi Humas Polres Salatiga, IPDA Sutopo, menegaskan bahwa peran operator sangat strategis dalam mendukung pelayanan kepolisian yang cepat dan responsif.

Baca Juga:  Presiden Prabowo dan Presiden Macron Luncurkan Kemitraan Strategis Budaya Indonesia–Prancis di Candi Borobudur

“Layanan Call Center 110 merupakan sarana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi secara cepat, mudah, dan tanpa biaya. Operator harus mampu memberikan respons yang cepat dan humanis sehingga terjalin sinergi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh jajaran Polres Salatiga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sesuai arahan Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi.

“Seluruh personel harus mampu merespons setiap informasi, kritik, maupun keluhan masyarakat dengan cepat dan humanis, sekecil apapun itu,” tegasnya.

Keberadaan Call Center 110 menjadi cerminan transformasi pelayanan Polri yang semakin modern dan responsif, sekaligus memastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlayani selama arus mudik hingga perayaan Idul Fitri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!