HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Arus Balik Mulai Padat, Polisi Terapkan One Way hingga Contraflow di Tol Trans Jawa

JAKARTA | HARIAN7.COM – Arus balik Lebaran 2026 menuju Jakarta mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak Senin (23/3/2026). Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Korlantas Polri memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa.

Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat 2026, Faizal, mengatakan lonjakan volume kendaraan sudah terlihat sejak siang hingga malam hari.

“Arus balik, terutama dari arah timur dan Bandung, mulai meningkat sejak siang hingga sore. Kami sudah melakukan rekayasa lalu lintas berupa one way,” ujarnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Bus di Arab Saudi, Inilah Kondisi Terkini 14 Jemaah Umrah

Rekayasa one way lokal diberlakukan dari KM 263 wilayah Brebes, Jawa Tengah, hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Sementara itu, skema contraflow diterapkan dari KM 70 hingga KM 47 guna menjaga kelancaran arus kendaraan yang mengarah ke Jakarta.

Menurut Faizal, hingga Selasa (24/3/2026) dini hari, kondisi lalu lintas masih relatif terkendali meski volume kendaraan terus bertambah.

Baca Juga:  Menjelang Ramadhan, 139 Botol Miras Disapu Razia KRYD Polres Kudus

Selain itu, untuk mengurai kepadatan dari arah Bandung, kendaraan juga dialihkan melalui jalur Tol Fungsional Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan.

Puncak Diprediksi 24–25 Maret

Korlantas Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Selasa (24/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dari berbagai daerah menuju ibu kota.

Sebagai langkah antisipasi, polisi menyiapkan penerapan one way nasional yang akan diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikarang Utama.

Baca Juga:  Launcing Patirtan Penjawi: Sensasi Berenang Bareng Ikan Dewa, Obat Rindu Masakan dan Suasana Kampung Nenek

Faizal mengimbau para pemudik agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama dengan memastikan kondisi tubuh tetap prima.

“Hindari mengemudi saat lelah karena berisiko mengalami microsleep yang dapat membahayakan perjalanan,” katanya.

Penerapan rekayasa lalu lintas ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus balik sekaligus menekan potensi kecelakaan di jalur utama Trans Jawa.(Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!