HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Akibat Tokek, Mesin Pamsimas Dusun Senggrong Terbakar: Warga Terpaksa “Ngangsu” Lagi

Laporan: Shodiq

KABUPATEN SEMARANG|HARIAN7.COM – Sebanyak 74 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Senggrong, Desa/Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, terpaksa kembali ke cara tradisional dengan memikul air (ngangsu) dari sendang desa. Hal ini terjadi setelah mesin pompa Pamsimas “Tirto Wening” mengalami korsleting dan terbakar akibat gangguan hewan tokek sejak sepekan terakhir.

Korsleting pada kotak kelistrikan mesin pompa sumur bor tersebut membuat distribusi air bersih ke rumah warga terhenti total. Menurut pengurus Pamsimas, seekor tokek ditemukan bersarang di dalam kotak mesin, yang diduga memicu hubungan arus pendek hingga mesin penggerak hangus terbakar.

Baca Juga:  Miris, Puluhan Tahun Jalan Rusak dan Berlubang di Dusun Senggrong Belum Ada Perbaikan, Warga Mengeluh, Ini Respon Pemdes Bringin

Kondisi ini memaksa warga mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pokok. Bagi yang tidak memiliki sumur gali, mereka harus membawa jerigen ke mata air (sendang) umum.

“Kembali ke zaman nenek moyang lagi. Untuk cuci dan masak kami harus ngangsu, sedangkan untuk minum terpaksa beli air galon,” ujar salah satu warga setempat yang tidak sesuai disebut namanya .

Baca Juga:  Puncak Mudik Diprediksi 14 Maret, Kapolres Semarang Siapkan Rekayasa Lalin

Ketua Pengurus Pamsimas Tirto Wening, Alex, menjelaskan bahwa perbaikan membutuhkan mesin baru dengan estimasi biaya mencapai Rp10 juta. Melalui koordinasi via grup WhatsApp, warga akhirnya sepakat untuk melakukan iuran swadaya sebesar Rp150.000 per rumah demi percepatan perbaikan.

“Mesin terbakar karena kemasukan tokek. Kami ajak warga iuran agar mesin bisa segera diganti, apalagi sebentar lagi ini akan Lebaran,” kata Alex.

Meski iuran telah disepakati, warga tetap berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Semarang. Debit air dari sumur bor yang lama dinilai sudah tidak maksimal, terutama saat musim kemarau. Warga mengusulkan adanya pembuatan sumur bor baru karena Dusun Senggrong termasuk wilayah yang sulit air.

Baca Juga:  Peduli UKM dan Petani, Kodim 0714/Salatiga Pastikan KDMP Sruwen Beroperasi Awal 2026

“Kami manut iuran yang penting air cepat mengalir. Tapi kami juga berharap pemerintah daerah peduli karena kendala utama kami adalah biaya untuk pembuatan sumur baru,” harap Poniman, tokoh masyarakat setempat.(*)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!