HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Ritual Liru Sindur di Makam Adipati Kertonegoro Berlangsung Khidmat, Pergantian Kain Kiswah dan Doa untuk Leluhur Ngawi

Laporan: Budi Santoso

NGAWI | HARIAN7.COM – Prosesi Ritual Liru Sindur di kompleks Makam Kanjeng Raden Adipati Kertonegoro, Gunung Sarehan, Desa Sine, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berlangsung khidmat pada Kamis Kliwon, 12 Februari 2026. Upacara yang digelar di Bumi Kertonegoro itu dihadiri unsur Forum Pimpinan Kecamatan Sine, perangkat desa se-Kecamatan Sine, paguyuban sanggar seni dan budaya Kertonegoro, serta ratusan warga.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB. Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Camat Sine, Agus Dwi Narimo, menyebut ritual tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari pelestarian tradisi dan penghormatan kepada leluhur.

Baca Juga:  Empat Guru Besar UIN Salatiga Naik Dokar, Simbol Kearifan Lokal dan Kampus Ramah Lingkungan

“Bahwa upacara ritual Liru Sindur Bumi Kertonegoro dilaksanakan ini dalam rangka untuk mengganti kain Kiswah yang ada di makam serta mengenang dan mendoakan para leluhur yang dulunya telah berjasa dalam memperjuangkan Kabupaten Ngawi,” ujarnya.

Prosesi inti berupa pergantian kain kiswah menjadi simbol sakralisasi dan doa. Ritual diawali dari pendopo makam dengan pembakaran dupa serta tabur bunga yang dipimpin Ketua Seni dan Budaya Kertonegoro yang akrab disapa Mbah Bop. Kain kiswah, dupa, dan bunga kemudian diarak menuju pusara Kanjeng Raden Adipati Kertonegoro di Gunung Sarehan.

Baca Juga:  USU dan Telkom Indonesia Wujudkan Transformasi Digital Melalui Proyek One Data

Ketua panitia kegiatan, Jebril, menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak. “Trimakasih atas dukungannya dari semua pihak yang telah membantu dalam kegiatan Liru Sindur ini, tanpa dukungan dari berbagai pihak kami tidak akan terlaksana,” katanya.

Baca Juga:  Kapolres Salatiga Tinjau Gereja, Pastikan Keamanan Ibadah Kenaikan Isa AL Masih

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi tersebut. “Ia mengajak kegiatan ini kita lestarikan karne ini adalah budaya kita di Ngawi,” ujarnya.

Selain prosesi ritual, kegiatan turut dimeriahkan pertunjukan Tari Reog Sumber Gede pimpinan Suari dari Jogorogo. Seniman Ngawi, Cak Yudo Balkiak, juga hadir dalam acara tersebut.

Selama pelaksanaan, kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Pengamanan melibatkan anggota Polsek, Koramil, gabungan relawan Sine, serta Banser.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!