HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Ramadan Aman: Bupati dan Kapolres Semarang Tekankan Sosialisasi Bahaya Petasan dan Narkoba

Laporan : Shodiq/Junaedi

UNGARAN|HARIAN7.COM – Jajaran Polres Semarang menyatakan kesiapannya untuk melakukan tindakan hukum tegas terhadap pembuat maupun pengedar petasan di wilayah Kabupaten Semarang. Langkah preventif ini diambil karena aktivitas tersebut dinilai tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, menegaskan bahwa insiden ledakan bahan petasan yang terjadi di wilayah tetangga seperti Boyolali, Kendal, dan Grobogan harus menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang di Kabupaten Semarang.

Baca Juga:  Kapolresta Cilacap Tekankan Profesionalisme dan Sinergitas TNI-Polri Saat Sambangi Polsek Jajaran

“Polres Semarang telah mengoptimalkan peran tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan bahaya pembuatan dan peredaran bahan peledak. Kami ingin memastikan stabilitas sosial selama Ramadan tetap terjaga,” ujar AKBP Ratna dalam Rapat Koordinasi Lintas Instansi di Ruang Dharma Satya, Kompleks Kantor Bupati Semarang, Senin (23/02/2025).

Dalam operasi cipta kondisi di awal Ramadan 2026 ini, pihak kepolisian bahkan sudah berhasil mengungkap dua kasus kepemilikan bahan peledak. Kasus pertama melibatkan seorang pelajar di Bergas dengan barang bukti 1.162 gram bahan petasan, sementara kasus kedua ditemukan di wilayah Bandungan seberat 2 ons.

Baca Juga:  Muscab V MPC PP Kab Semarang, Ipung Terpilih Secara Aklamasi, Begini Pesan Bupati Semarang

Kapolres mengimbau masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan indikasi aktivitas serupa melalui layanan gratis di nomor 110. “Laporan akan direspons cepat oleh tim pengaduan yang telah kami bentuk,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha menekankan pentingnya sosialisasi bahaya petasan dengan sasaran utama anak-anak dan remaja. Menurut Bupati, penggunaan petasan berisiko tinggi menyebabkan cedera serius, kebakaran, hingga gangguan ketertiban umum.

Baca Juga:  Polresta Cilacap Bangun SPPG Di Maos, Dukung Asta Cita Presiden, Ini Arahan Kapolri

“Selain fokus pada bahaya petasan, kami juga meminta masyarakat untuk terus mengampanyekan gerakan anti-narkoba demi melindungi generasi muda kita,” tegas Ngesti.

Kegiatan koordinasi ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Semarang Hj. Nur Arifah, Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, Kajari Dohar Nainggolan, Ketua PN Golon Silitonga, serta Kepala BIN Daerah Kabupaten Semarang. Turut hadir pula jajaran Camat dan Kepala OPD di bawah panduan Sekda Valeanto Sukendro.(Jun/DiskominfoKS)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!