HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Menjelang Ramadhan, 139 Botol Miras Disapu Razia KRYD Polres Kudus

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan, aroma “pembersihan” mulai tercium di sejumlah sudut Kabupaten Kudus. Bukan hanya masjid yang bersolek, aparat kepolisian pun bergerak. Polres Kudus menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan sasaran peredaran minuman keras.

Hasilnya lumayan mencengangkan. Dari sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik jual beli, petugas menyita 86 botol miras oplosan serta 53 botol miras berbagai merek. Total 139 botol, angka yang tak sedikit untuk ukuran razia jelang ibadah puasa.

Baca Juga:  Kegiatan Isi Ramadhan, SMP Negeri 1 Temanggung Berbagi untuk Tumbuhkan Jiwa Sosial yang Tinggi Bagi Siswanya

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menegaskan, operasi tersebut merupakan bagian dari upaya cipta kondisi agar suasana tetap kondusif saat masyarakat bersiap menyambut Ramadhan.

“KRYD ini kami lakukan untuk menekan penyakit masyarakat. Peredaran minuman keras sering menjadi pemicu tindak pidana dan gangguan ketertiban,” kata AKBP Heru Dwi Purnomo, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, ketenangan beribadah menjadi prioritas. “Kami ingin wilayah Kudus tetap aman sehingga warga bisa beribadah dengan tenang,” imbuhnya.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat 4 Rangkaian Hari Suci Nyepi

Dalam bahasa yang lebih lugas, Kapolres memberi sinyal tak ada ruang kompromi bagi pedagang miras ilegal. “Kami perintahkan seluruh jajaran untuk terus bergerak. Bila masih ada yang nekat menjual miras, pasti akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Operasi semacam ini saban tahun memang menjadi ritual menjelang Ramadhan. Botol-botol disusun sebagai barang bukti, pedagang diperingatkan, dan pesan moral dilontarkan. Namun satu hal yang selalu menjadi tanda tanya: apakah efek jera benar-benar terasa, atau hanya musiman?

Baca Juga:  Mengenang Sang Pilot: Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Helikopter Baharkam Polri di Belitung Timur

Kapolres pun mengajak masyarakat ikut ambil bagian. “Peran serta masyarakat sangat penting. Segera laporkan kepada kepolisian jika mengetahui adanya peredaran miras atau aktivitas yang meresahkan,” pungkasnya.

Ramadhan tinggal hitungan hari. Aparat bergerak, botol-botol disita. Kini publik menunggu: apakah Kudus benar-benar bersih dari miras, atau hanya sejenak sunyi sebelum riuh kembali?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!