HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

CEO Regional SnAI Kudus Menghilang, Ratusan Anggota Resah

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Ratusan anggota platform Sensenow AI (SnAI) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diliputi keresahan. CEO Regional Kudus, Akhmad Rifai, dilaporkan menghilang tanpa kejelasan setelah menjanjikan pengembalian dana investasi anggota.

Sejumlah anggota mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Rifai pada Minggu, 11 Januari 2026. Dalam komunikasi itu, Rifai berjanji akan mengembalikan dana yang telah disetorkan anggota ke dalam sistem Sensenow AI. Namun hingga tenggat waktu yang disampaikan, pengembalian dana tak kunjung terealisasi. Sejak saat itu, Rifai tak lagi bisa dihubungi.

Kondisi tersebut memicu kegelisahan, terutama di kalangan anggota yang menanamkan dana dalam jumlah besar. Sebelumnya, Rifai dikenal aktif melakukan sosialisasi dan perekrutan anggota, sekaligus menjanjikan skema keuntungan tertentu atas nama Sensenow AI.

“Awalnya komunikasi sangat lancar. Tapi setelah janji pengembalian dana disampaikan, beliau mulai sulit dihubungi. Sekarang bahkan benar-benar menghilang,” ujar salah satu anggota SnAI berinisial SP, yang mengaku telah bergabung sekitar 10 bulan.

Baca Juga:  Sidang Memanas! Sengketa Tanah Masjid Ketithang Nyaris Buntu, Berakhir Dramatis dengan Pencabutan Gugatan

Situasi ini membuat para anggota mempertanyakan kejelasan tanggung jawab serta legalitas operasional Sensenow AI di tingkat daerah. Berdasarkan informasi yang dihimpun Harian7.com, sejumlah anggota kini mulai berkoordinasi mengumpulkan bukti, mulai dari rekaman percakapan, bukti transfer, hingga dokumen keanggotaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi jika persoalan dibawa ke ranah hukum.

Sebelumnya, pada Minggu, 11 Januari 2026, ratusan anggota SnAI sempat mendatangi kantor titik pelayanan Sensenow AI di Jalan Raya Kudus–Jepara RT 3 RW 1, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Mereka menuntut pengembalian dana investasi yang belum juga cair.

Dalam pertemuan itu, Rifai menyatakan kesiapannya mengembalikan modal kepada anggota yang belum pernah melakukan penarikan serta anggota yang telah melunasi pinjaman, terhitung mulai 1 Februari 2026. Ia juga mengungkapkan bahwa dana regional SnAI Kudus yang sebelumnya tercatat sekitar Rp4,7 miliar diduga raib akibat peretasan.

Baca Juga:  Kapal Perang Jerman Diduga Disabotase, Uji Coba Laut Ditunda

“Dana regional Kudus sebelumnya ada sekitar Rp4,7 miliar, namun tiba-tiba terkena hacker,” ungkap Rifai kala itu usai kesepakatan dengan perwakilan anggota.

Namun hingga Senin, 2 Februari 2026, ratusan anggota mengaku belum menerima pengembalian modal awal. SP menyebutkan memang ada beberapa anggota yang telah menerima pengembalian, namun jumlahnya sangat terbatas.

“Memang benar ada yang dikembalikan, tapi hanya empat orang saja. Mungkin itu dilakukan untuk meredam agar anggota lain tidak bergejolak,” ujarnya.

Dalam pesan singkat yang sempat dikirimkan ke grup WhatsApp SnAI pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, Rifai juga melarang para investor mendatangi kantor maupun rumahnya. Meski demikian, hingga kini belum ada kejelasan terkait mekanisme pengembalian dana, termasuk siapa saja anggota yang akan menerima pengembalian.

Baca Juga:  Safari Ramadan, Edhie Baskoro Yudhoyono Gelar Buka Bersama dan Sosialisasi Empat Pilar di Ngawi

Sensenow AI bergerak di bidang trading dengan skema penyertaan modal awal minimal 100 dolar Amerika Serikat tanpa batas maksimal. Anggota dijanjikan keuntungan melalui sistem trading berbasis sinyal.

Sinyal trading tersebut diklaim berasal dari Dr. David Anderson dan dikirim dua kali sehari, masing-masing pada pukul 12.00 WIB dan 20.00 WIB. Namun dalam perjalanannya, sistem ini dinilai tidak berjalan sesuai harapan para investor.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan Harian7.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada CEO Regional Kudus Akhmad Rifai. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin malam, 2 Februari 2026, belum membuahkan hasil. Nomor yang bersangkutan tidak aktif dan hanya menunjukkan tanda centang satu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!