HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

SMPN 3 Depok Tembus Perempat Final, Sakha Jadi Penentu di Laga Krusial

DEPOK | HARIAN7.COM – Bukan sekadar adu teknik dan strategi, ketangguhan mental menjadi pembeda utama kemenangan tim basket putra SMPN 3 Depok saat menyingkirkan SMPIT Darul Abidin pada laga penentuan Liga Basket Pelajar Piala Wali Kota Depok 2026. Bermain di GOR Kota Depok, kawasan Grand Depok City (GDC), Jumat (23/1/2026), SMPN 3 Depok memastikan tiket perempat final usai menang dengan skor 38–30.

Sejak kuarter pertama, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim saling menekan dan menjaga jarak skor tetap tipis. SMPN 3 Depok bahkan sempat berada di bawah tekanan, dengan skor berimbang hingga memasuki kuarter akhir, mencerminkan ketatnya persaingan di level pelajar.

Baca Juga:  Anggaran Tenaga Keamanan DPRD Depok 2026 Capai Rp3,7 Miliar, Pihak Ketiga Beri Klarifikasi

Di tengah situasi krusial tersebut, Sakha tampil sebagai pembeda. Keberaniannya mengambil keputusan, ditopang kepercayaan diri tinggi, mampu mengangkat moral tim di saat permainan berjalan buntu. Perlahan namun pasti, dominasi SMPN 3 Depok mulai terlihat pada kuarter keempat hingga akhirnya mengunci kemenangan.

Pelatih tim basket putra SMPN 3 Depok, Ananta, menegaskan bahwa kemenangan ini lahir dari kemampuan pemain dalam mengelola tekanan, bukan semata dari skema permainan.

“Saya tekankan ke anak-anak bahwa ini laga final. Mereka sempat tertinggal dan skor imbang. Saya minta mereka fokus pada waktu dan situasi pertandingan. Di momen seperti ini, mental jauh lebih menentukan daripada teknik,” ujar Ananta.

Baca Juga:  Dari Barang Rampasan  Negara, Julbara Kejari Depok Awali 2026 dengan Capaian Positif

Ia menambahkan, kepercayaan diri dan keberanian mengambil risiko menjadi faktor kebangkitan tim pada fase penentuan.

“Kalau mental sudah turun, strategi apa pun tidak akan berjalan. Yang penting mereka berani bangkit dan percaya pada kemampuan sendiri,” jelasnya.

Meski berhasil melaju ke perempat final, Ananta tidak menutup mata terhadap sejumlah catatan teknis. Ia mengakui transisi bertahan masih belum konsisten, sementara akurasi lemparan bebas mengalami penurunan dibandingkan laga sebelumnya.

“Defense masih kendor di beberapa momen dan free throw belum maksimal. Ini jadi evaluasi penting ke depan,” ungkapnya.

Menatap fase berikutnya, tim basket putra SMPN 3 Depok memastikan peningkatan intensitas latihan. Frekuensi latihan yang sebelumnya dua kali sepekan akan ditingkatkan menjadi tiga kali, dengan fokus pada detail permainan dan penguatan mental bertanding.

Baca Juga:  Lahan 20 Hektare di Limo–Cinere Terbongkar, Kejari Depok Kunci Dua Perantara Swasta

“Kami akan perbaiki defense, free throw, dan kesiapan mental. Babak selanjutnya jelas lebih berat,” kata Ananta.

Lebih jauh, Ananta menegaskan bahwa kekuatan utama timnya terletak pada kolektivitas. Kontribusi pemain dinilai merata dan tidak bertumpu pada satu individu, meski peran Sakha diakui sangat vital di laga krusial.

“Bukan soal siapa yang paling banyak mencetak poin, tapi bagaimana tim ini bermain bersama. Itu identitas kami,” tutup Ananta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!