Penuh Kejutan, Valeanto Soekendro Dilantik Jadi Sekda Kabupaten Semarang Usai Seleksi Ketat
Laporan : Shodiq
UNGARAN|HARIAN7.COM – Proses pengisian jabatan tertinggi birokrasi di Kabupaten Semarang berakhir dengan kejutan. Valeanto Soekendro resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (2/1/2026) pagi.
Pelantikan ini diwarnai momen unik. Soekendro yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mengaku terkejut karena tidak mengetahui dirinya yang terpilih hingga detik-detik pelantikan dimulai. Ketegangan tampak jelas di wajahnya, bahkan ia sempat salah mengucapkan sumpah jabatan hingga tiga kali sebelum akhirnya Bupati Ngesti Nugraha memperpendek bacaan sumpah untuk menuntunnya.
Sistem “Surprise” untuk Tiga Kandidat
Strategi pelantikan kali ini tergolong tidak biasa. Panitia seleksi mengundang tiga besar kandidat terbaik—M. Muslih (Kepala Bapperida), Tajudin Noor (Kepala Dispendukcapil), dan Valeanto Soekendro—tanpa memberitahu siapa yang akan dilantik.
“Pelantikan Sekda memang surprise. Kami tidak membuat undangan khusus untuk pejabat yang dilantik, tapi ketiganya kami undang untuk menyaksikan. Mereka juga tidak ada yang bertanya kenapa diundang,” ungkap Kepala BKPSDM Kabupaten Semarang, Wenny Maya Kartika.
Soekendro sendiri mengaku tidak memiliki persiapan khusus. “Sampai jam 6 pagi tadi tidak ada undangan pelantikan, hanya undangan menghadiri acara. Begitu nama saya disebut, terus terang saya terhenyak dan kaget. Namun, saya siap menjalankan amanah ini,” ujarnya usai prosesi.
Proses Seleksi Panjang dan Transparan
Penunjukan Soekendro merupakan hasil dari rangkaian seleksi panjang yang melibatkan berbagai instansi. Tahapan dimulai dari asesmen kompetensi manajerial oleh Assessment Center Mabes Polri di Polda Jateng, hingga tes gagasan tertulis berbasis IT yang sangat ketat.
Tim panelis pun melibatkan akademisi lintas universitas, seperti Rektor UKSW, Rektor UNW, dan Wakil Rektor UIN Salatiga, guna memastikan objektivitas.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menegaskan bahwa seluruh proses telah sesuai ketentuan. Ia berharap Sekda baru dapat meningkatkan soliditas birokrasi dan membangun hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan.
“Sekda memiliki tanggung jawab membantu kepala daerah melaksanakan kebijakan dan membangun hubungan produktif, baik internal maupun eksternal. Seluruh ASN harus memberi dukungan, loyal, dan kolaboratif,” tegas Bupati Ngesti.
Pekerjaan Rumah Pasca-Pelantikan
Meski jabatan Sekda telah terisi, Pemerintah Kabupaten Semarang masih memiliki tantangan dalam pengisian jabatan eselon II lainnya. Pasca-pelantikan Soekendro, posisi Kepala DPU kini kosong, menyusul kekosongan di Dinas Perhubungan serta Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora).
Pihak BKPSDM mengisyaratkan bahwa untuk beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) tertentu, pengisian jabatan ke depan akan diprioritaskan bagi pejabat senior.











Tinggalkan Balasan