HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

IPARI Kabupaten Semarang Matangkan Arah Organisasi, Perkuat Kapasitas Penyuluh

Laporan: Muhamad Nuraeni

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Semarang menggelar Rapat Kerja (Raker) dan Upgrading di Hotel Kusma, Bandungan, Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Menuju Penguatan Kapasitas Penyuluh dan Penataan Organisasi IPARI Kabupaten Semarang.”

Sebanyak 91 penyuluh agama lintas fungsi dari berbagai agama, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, hadir dalam forum tersebut. Kehadiran lintas iman ini menjadi penegas peran penyuluh dalam menjaga kerukunan di Kabupaten Semarang.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 5-7 April, Polri Siapkan Skema Khusus

Raker difokuskan pada penyusunan program strategis satu tahun ke depan sekaligus evaluasi kinerja organisasi, agar peran penyuluh tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, H. Ta’yinul Birri Bagus Nugroho, menekankan pentingnya dampak kerja penyuluh.

Baca Juga:  Balita Dapat Asupan Menu Bergizi Lewat Posyandu di Desa Girikerto

“Setiap kegiatan harus berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan kerja lintas sektoral serta pemanfaatan raker sebagai ruang aspirasi.

“Program harus menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan negara,” tambahnya.

Kepala Bidang Kepegawaian, H. Mohamad Sholichin, berharap hasil raker mampu menjawab persoalan sosial.

Baca Juga:  Buldoser Gubernur Turun ke Pantai Jodo, Target Zero Waste 2029 Digelorakan

“Semoga menjadi solusi nyata dan memperkuat toleransi,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPARI Kabupaten Semarang periode 2023–2028, Ahmad Fanani, menilai sesi upgrading sangat penting.

“Masalah masyarakat makin kompleks,” ujarnya.

Ia menegaskan peningkatan kualitas keilmuan penyuluh menjadi kebutuhan mutlak.

“Agar keilmuan tetap tajam dan tidak ketul,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!