HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Tobat Ekologi Segera Siswanto Dorong Pembenahan Lingkungan Hidup dari Hulu Hingga Hillir

DEPOK | HARIAN7.COM – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, mengeluarkan seruan mendesak: Pemkot harus segera melakukan “tobat ekologi” dan pembenahan lingkungan menyeluruh dari hulu hingga hilir sungai, menyusul banjir dan kerusakan infrastruktur yang terus berulang akibat cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir.

Seruan ini muncul setelah banjir dan kerusakan drainase terjadi berturut-turut di berbagai wilayah. Menurutnya, kondisi saat ini bukan lagi peringatan biasa, melainkan bukti bahwa tata kelola lingkungan di Depok membutuhkan perombakan besar dan terstruktur.

Dalam beberapa minggu terakhir, hujan deras dan angin kencang melanda Depok, menyebabkan banjir di permukiman padat maupun perumahan formal. Salah satu lokasi terparah adalah Perumahan Permata Depok, yang kembali terendam air hingga pinggang orang dewasa. “Ini bukan banjir biasa. Permata Depok sudah lama punya masalah klasik, tapi belum ada penyelesaian fundamental — saluran terputus, sedimentasi tebal, gorong-gorong tidak tersambung,” ujar Siswanto saat diwawancarai di ruang Fraksi pada Kamis (4/12/2025)

Baca Juga:  Gelar Rapat RDP Dengan Manajemen Tip Top , Komisi D Minta Hak Karyawan Tidak Di Abaikan 

Ia menambahkan bahwa persoalan ini sudah berulang kali disampaikan kepada pihak eksekutif, termasuk dalam pembahasan Pansus RPJMD. Komisi D bahkan telah menyoroti buruknya integrasi jaringan drainase, namun perbaikan yang dilakukan dinilai belum cukup signifikan untuk menghentikan siklus banjir tahunan.

Selain itu, Siswanto menerima laporan kerusakan turap di Kampung Sawah, Jalan Arido, RT 01, Kali Mulya, Cilodong. Ambrolnya turap membuat air meluap ke permukiman dan menimbulkan risiko longsor. “Begitu turap runtuh, jalur air hilang kendali. Ini bukan sekadar genangan, tapi ancaman keselamatan warga yang seharusnya bisa dicegah dengan pemeliharaan rutin,” tegasnya.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Depok, Anugerahi Siswi SMAN 1 Duta Muda Kesehatan 

Menurutnya, kerusakan di berbagai titik akibat lemahnya perencanaan dan pengawasan infrastruktur sebelumnya. Banyak saluran dibangun tanpa memperhatikan peta aliran, elevasi tanah, atau volume limpasan air, sehingga sistem drainase di beberapa area saling memutus.

Ia juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem akan berlangsung hingga akhir Desember, sehingga meminta Dinas PUPR bergerak cepat dan responsif. “Penanganan tidak boleh tambal sulam. Satu titik tidak boleh diperbaiki sementara yang lain dibiarkan. Kota ini butuh kerja terstruktur, bukan spontan,” katanya.

Untuk solusi jangka panjang, ia mengusulkan pemetaan rinci wilayah rawan banjir dan kerentanan infrastruktur pada 2026, yang akan dijadikan dasar perencanaan APBD 2027. “Kita butuh peta risiko yang lengkap — ketinggian tanah, aliran air, kapasitas saluran, titik turap rusak, cekungan, hingga pola permukiman. Tanpa data kuat, kebijakan akan salah arah,” jelasnya.

Baca Juga:  DPRD Kota Depok Adakan Rapat Paripurna Penutupan Sidang ke 2

Sebagai kader PKB, Siswanto menyatakan bahwa seruan tobat ekologi ini sejalan dengan arahan DPP PKB yang mendorong transformasi ekologis melalui kebijakan berkelanjutan. Ia berharap Depok menjadi contoh penerapan politik hijau yang konkret, bukan hanya retorika.

“Kalau Depok ingin aman, hijau, dan layak huni, tobat ekologinya harus nyata — terlihat dalam kebijakan, anggaran, dan kerja lapangan yang terukur. Ini momentum bagi Depok untuk melakukan lompatan besar demi generasi mendatang,” tutupnya.(yopi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!