Sekolah Jurnalistik Angkatan XXV FH Unissula–PWI Jateng Buka Wawasan dan Soft Skill Mahasiswa Hukum
Laporan: Muhamad Nuraeni
SEMARANG | HARIAN7.COM – Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah (PWI Jateng) bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (FH Unissula) Semarang kembali menyelenggarakan Sekolah Jurnalistik Angkatan XXV secara daring pada Kamis, 4 Desember 2025. Program pendidikan nonformal ini memberikan kesempatan eksklusif kepada 123 mahasiswa untuk memperdalam wawasan dan keterampilan jurnalistik.
Peserta berasal dari mahasiswa reguler, mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau yang telah bekerja, serta mahasiswa eksekutif. Kegiatan dibuka secara virtual oleh Dekan FH Unissula, Prof Dr Jawade Hafidz SH MH, dan dihadiri sejumlah pimpinan PWI Jateng serta empat pemateri nasional: Ketua Dewan Kehormatan PWI Amir Machmud NS, Sekretaris DK Achmad Zaenal Muttaqin, Badan UKW PWI Widiyartono Radyan, dan wartawan senior Budi Sutomo.
Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana dalam sambutannya menegaskan manfaat nyata program ini bagi lulusannya.
“Ini merupakan bukti, bahwa lulusan yang punya kompetensi teknis menulis akan punya nilai tambah dan sangat dihargai saat terjun di dunia kerja. Dia bisa menelaah permohonan sengketa informasi dengan narasi dan bahasa hukum yang mudah dipahami,” kata Iwan, panggilan akrabnya.
Ia menambahkan bahwa era digital menjadikan keterampilan jurnalistik terbuka bagi siapa saja.
“Saat ini kebutuhan dunia jurnalistik tidak menjadi monopoli wartawan. Artinya siapa pun bisa menuangkan segala ide atau gagasan melalui karya tulis yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Menurut Iwan, PWI Jateng dan FH Unissula berkomitmen menjaga kualitas penyelenggaraan.
“Peserta akan mendapatkan materi lengkap tentang Etika Jurnalistik, Teknik Menulis Artikel Ilmiah Populer, Menulis Pendapat Hukum, dan Konvergensi Media,” tegasnya.
“Kami berharap, para mahasiswa bisa memanfaatkan kegiatan ini. Bukan sekadar mendapatkan sertifikat pendamping kelulusan, tapi betul-betul menggunakan ilmu ini dalam tugas-tugas selanjutnya,” sambungnya.
Soft Skill untuk Daya Saing Lulusan Hukum
Dalam sambutannya, Dekan FH Unissula Prof Jawade Hafidz menegaskan pentingnya kompetensi jurnalistik bagi mahasiswa hukum.
“Sekolah Jurnalistik bermanfaat sebagai soft skill menulis bagi lulusan. Di sini diajarkan bagaimana menelaah sebuah berita lalu menuangkannya ke dalam tulisan, bagaimana ada keseimbangan antarsumber berita,” ujarnya.
Prof Jawade menekankan bahwa jurnalistik adalah bekal strategis untuk berbagai profesi.
“Sekolah ini tidak hanya untuk menjadi seorang wartawan, tapi lebih dari itu ilmu jurnalistik bisa berguna untuk berbagai aktivitas profesi dan instansi,” katanya.
“Itulah kenapa kami dan PWI memelihara Sekolah Jurnalistik ini karena memberikan kecakapan tambahan bagi lulusan Fakultas Hukum. Tujuan lainnya, adalah memperkuat daya saing individu dan institusi,” pungkasnya.
Pemateri Kupas Etika hingga Konvergensi Media
Dalam materinya, Amir Machmud NS menyoroti pentingnya etika sebagai fondasi pemberitaan.
“Muncul konflik dalam pemberitaan, karena disebabkan ada pelanggaran etika, tidak akurat, dan tanpa konfirmasi,” ujarnya.
Sementara itu R. Widiyartono memberikan panduan menulis artikel ilmiah populer secara komunikatif.
Zaenal Muttaqin menyampaikan materi tentang konvergensi media terkait digitalisasi dan evolusi konten. Sedangkan Budi Sutomo mengupas kiat menulis legal opinion dalam ranah penegakan hukum.
Kepala Sekolah Jurnalistik PWI Jateng Alkomari menyampaikan bahwa dua materi disampaikan melalui teori dan praktik langsung.
“Melalui sekolah jurnalistik ini diharapkan peserta tidak hanya mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang jurnalistik dan ilmu hukum, tetapi juga berkesempatan berlatih praktik menulis yang dipandu pemateri,” tuturnya.
“Secara umum pelaksanaan Sekolah Jurnalistik Angkatan XXV kali ini berlangsung dengan baik. Beberapa peserta aktif bertanya dan berdialog dengan pemateri,” tambahnya.












Tinggalkan Balasan