HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kabel PLN di Depan Kafe Kudus, Pemilik Geram: “Bekerja Tanpa Gambar, Itu Bukan Profesional”

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Polemik pemasangan kabel listrik kembali menyeruak di Kota Kudus. Kali ini, sorotan tajam datang dari Ellen Trisnawati Gunarja, pemilik Resto Garuda dan Eagle Coffee. Ia tak kuasa menahan amarah ketika kabel berukuran besar milik PLN dipasang melintang tepat di depan teras kafenya yang kerap dipadati pengunjung.

Ellen menilai langkah itu bukan sekadar merugikan pemilik lahan, melainkan juga mengancam keselamatan publik. Bahkan, ia menyebut pengerjaan tersebut dilakukan tanpa prosedur, tanpa izin, dan tanpa perencanaan jelas.

“Kafe teras ini kan banyak orang. Kabel ukuran besar melintang dekat teras kafe, saya nggak tahu katanya untuk persiapan PON. Tapi saya tidak mau tahu, ini lahan saya dan tidak boleh dipakai sembarangan,” tegas Ellen, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga:  Jerit Pilu Pelaku Seni dan Hiburan di Kabupaten Magelang, Berharap Adanya Kepedulian Pemerintah

Ia menambahkan, seharusnya PLN menempatkan tiang kabel di jalur resmi seperti trotoar atau lahan publik, bukan menggantung kabel di pohon atau melintas di area pribadi. Kejadian seperti ini, katanya, bukan baru pertama kali.

“Saya sudah kapok. PLN sering sekali melakukan hal ini. Dulu juga pernah pasang kabel tanpa izin, sekarang ditambah kabel optik. Mestinya mereka punya gambar, rencana, dan SOP yang jelas. Bukan malah pakai pohon saya sebagai pengganti tiang,” ucapnya dengan nada kesal.

Tak hanya di lokasi kafenya, Ellen juga menyoroti kondisi penataan kabel di Kudus yang disebutnya semrawut dan berbahaya. Ia menunjuk contoh di Jalan Sunan Muria, di mana kabel listrik dan kabel optik menumpuk serta melilit pohon tanpa kerapian.

Baca Juga:  Relawan Rumah Zakat Salurkan 35 Paket Beras Zakat Fitrah

“Kalau swasta saja punya SOP, mestinya pemerintah dan PLN juga begitu. Kabel sebesar itu bisa ditumpangkan di tiang yang sudah ada, tanpa harus mengganggu lahan warga,” jelasnya.

Dengan latar belakang pendidikan arsitektur, Ellen menegaskan bahwa setiap pekerjaan konstruksi wajib berbasis gambar perencanaan detail. Namun saat ia menanyakan gambar proyek ke petugas PLN, jawabannya justru nihil.

“Ini bukan main-main. PLN bekerja tanpa gambar. Itu bukan profesional namanya,” katanya.

Lebih jauh, Ellen mendesak Pemkab Kudus, PLN, dan instansi terkait untuk segera melakukan perombakan total sistem penataan kabel sekaligus perawatan pohon kota.

Baca Juga:  Jalin Sinergitas, Kakanwil Ditjenpas Jateng Sambangi Kejati

“Saya minta pemerintah Kudus, khususnya bupati, ayo kita rombak sistem penataan lingkungan hidup. Pohon tinggi harus dipangkas agar tidak menutupi lampu jalan, kabel listrik dan optik juga harus rapi. Semua harus jelas, berbasis gambar, bukan asal pasang,” tandasnya.

Ironisnya, saat wartawan mencoba mengonfirmasi protes Ellen di lapangan, petugas PLN justru memilih menghindar. Beberapa buru-buru masuk mobil dan meninggalkan lokasi usai wawancara singkat. Upaya menghubungi pihak PLN Kudus lewat telepon maupun pesan singkat hingga berita ini diturunkan juga belum membuahkan jawaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

error: Content is protected !!