Imron Cahyadi Resmi Menakhodai PDAM Kota Salatiga
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA| HARIAN7.COM– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Salatiga resmi memiliki nakhoda baru. Imron Cahyadi ditetapkan sebagai Direktur Utama menggantikan posisi sebelumnya, setelah melewati proses seleksi ketat yang digelar Pemerintah Kota Salatiga. Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan SpOG.
Kehadiran Imron menarik perhatian karena rekam jejak panjangnya di dunia pengelolaan air minum. Dari penelusuran jejak digital, Imron diketahui berasal dari PDAM Jember. Pada tahun 2022, namanya sempat masuk dalam bursa calon Direktur Umum PDAM setempat. Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) PDAM, hingga pada 2024 masih aktif sebagai manajer Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh BUMD tersebut.
Proses Seleksi Terbuka
Diberitakan sebelumnya, sebelum penetapan, Pemerintah Kota Salatiga membuka seleksi calon Direktur Utama PDAM dengan mekanisme terbuka. Ketua Panitia Seleksi, Wuri Pujiastuti, menjelaskan bahwa proses dilakukan secara profesional.
“Seluruh warga negara Indonesia berhak mendaftar selama memenuhi syarat yang ditentukan,” ujarnya.
Seleksi dibuka sejak 15–21 April 2025. Dari belasan pelamar, lima kandidat berhasil lolos hingga tahap akhir, yakni Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) serta wawancara bersama wali kota.
Adapun lima nama yang menembus babak final adalah Ilham Sulistyana (Direktur Teknik PDAM Salatiga), Prihanto (mantan Dirut PDAM Karanganyar), Farhan Hilmi, Imron Cahyadi, serta Reza Zainudin Ahmad. Setelah melalui persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), akhirnya nama Imron ditetapkan sebagai pilihan terakhir.
“Kami sudah punya nama terpilih, tapi belum bisa dilantik sebelum izin Kemendagri turun. Soal siapa yang akan dilantik kewenangan berada di Bapak Wali Kota Salatiga Robby Hernawan,” terang Wuri.
Ekspektasi Baru untuk BUMD Air Minum
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi PDAM Kota Salatiga. Dengan pengalaman lintas posisi di sektor pengelolaan air minum, Imron diharapkan mampu memperkuat layanan publik sekaligus memperluas inovasi bisnis PDAM, termasuk diversifikasi produk air minum dalam kemasan.
Kehadiran sosok dengan rekam jejak panjang di bidang tata kelola BUMD menandai harapan baru agar PDAM Kota Salatiga tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan dasar, tetapi juga menjadi entitas bisnis daerah yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.
Tinggalkan Balasan