HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Oknum Pejabat Kudus Diduga Adu Jotos Rebutan LC, Bupati: Akan Kami Tindak Tegas

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Dunia maya digegerkan dengan sebuah unggahan viral dari akun Facebook bernama @Bangjago. Dalam unggahan yang muncul pada Rabu (9/7/2025), disebutkan adanya keributan yang melibatkan oknum pejabat publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus. Lokasinya? Sebuah tempat karaoke di wilayah Kabupaten Pati.

Heboh kabar tersebut langsung menyulut rasa penasaran warganet. Dalam unggahannya, akun Bang Jago menuliskan dengan nada nyinyir yang menyulut panas:

“Info Geger Geden Kepolo UPT Di Kudus Ngerum/Karaoke Mabuk-Mabukan Pada Jam Kerja Di Kafe Karaoke Berujung Adu Jotos Rebutan LC/PK Sama Temen Sendiri Dan Berujung Lapuran Polisi. Kepolo Drenasene Melu Melu Vidio Akan Segera Rilis.”

Dari informasi yang berhasil dihimpun Harian7.com, peristiwa adu jotos itu diduga terjadi pada Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Sumber menyebutkan insiden bermula karena pengaruh minuman keras yang membuat suasana karaoke jadi kacau.

Baca Juga:  Geger Penemuan Mayat di Bawen, Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Dua ASN yang disebut terlibat adalah AH, yang berdinas di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, dan EW, seorang Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT). Keduanya diduga terlibat perkelahian dengan seorang pria berinisial D.

Salah satu sumber yang enggan disebut namanya membeberkan kronologinya.

“Oh itu ya, yang kemarin malam pada gerombolan di SPBU Krawang Jekulo Kudus. Setau saya AH dan EW ini sedang asik karaoke dengan D dan para LC. Tiba-tiba D menepuk kepala EW. EW tidak terima karena merasa tidak sopan. Ketiganya dalam pengaruh alkohol, lalu terjadilah adu jotos,” jelasnya.

Baca Juga:  Meriahkan Anniversary ke 3, Komunitas Mobil Escape PVJ Jabar Gelar Touring

Tak hanya berakhir di tempat karaoke, keributan berlanjut ke SPBU Krawang Jekulo Kudus pada malam harinya. Situasi makin memanas setelah anak dari EW disebut-sebut mengerahkan massa dari berbagai ormas. Mediasi sempat dilakukan di Mapolsek Jekulo, namun hasilnya nihil alias buntu. Akhirnya, laporan resmi dilayangkan ke Polresta Pati.

Hingga berita ini diturunkan, Harian7.com belum mendapat tanggapan dari AH maupun EW meski telah mencoba menghubungi keduanya. Begitu pula dengan Humas Polresta Pati, yang belum memberikan respons saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris angkat suara terkait kehebohan ini. Saat ditemui usai kegiatan penyerahan HKGS di Pendapa Kabupaten Kudus pada Kamis (10/7/2025), Sam’ani menyayangkan jika benar kejadian tersebut dilakukan oleh ASN.

Baca Juga:  Camat Ambarawa : Sekolah Kristen Lentera (SKL) Kiranya Dapat Mewujudkan Kecerdasan Sesuai Anugerah Tuhan

“Sampai saat ini kami belum mendapat laporan. Biar nanti Inspektorat yang menyikapi itu. Kalau memang ada pelanggaran, Inspektorat yang menindaklanjuti,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati juga memberikan pesan serius kepada seluruh ASN di Kudus agar menjaga martabat dan etika.

“Jaga etika, sopan santun, dan budaya kita. Lebih baik konsentrasi terhadap tugas pokok fungsi yang belum terselesaikan. Layani masyarakat sebaik-baiknya, yang santun, yang baik,” ujarnya.

Sebagai penutup, Sam’ani meminta maaf kepada masyarakat dan menyatakan tidak akan mentolerir pelanggaran disiplin.

“Kami akan menindak tegas apabila ada ASN yang melanggar norma, etika, dan ketentuan yang ada,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!