Motif Batik Banyak Diminati, Perajin Peci di Tengaran Kebanjiran Pesanan
Laporan: Muhamad Nuraeni
KAB. SEMARANG | HARIAN7.COM – Tren penggunaan motif batik kembali naik daun. Hal ini terbukti dari lonjakan pesanan yang diterima Muhadi (43), perajin peci blangkon asal Dusun Krajan, Desa Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dalam satu minggu terakhir, ia mencatat permintaan hingga ratusan buah untuk produk berbalut nuansa khas Jawa ini.
“Minggu ini aja ada pesanan 100 peci,” ujar Muhadi saat ditemui harian7.com, Senin (14/7/2025).
Sebagai pelaku UMKM yang juga menjabat Ketua RT 10 RW 02, Muhadi mengungkapkan bahwa minat terhadap motif batik Jawa semakin meningkat karena dinilai mampu merepresentasikan identitas budaya lokal.
“Motif batik Jawa saat ini banyak diminati karena khas Jawa dan mengangkat kearifan lokal,” jelasnya.
Meski teknik produksi antara peci batik dan polos tidak jauh berbeda, Muhadi menyebut tantangan utama justru ada pada ketersediaan bahan.
“Kalau bahan polos kan di setiap toko kain pasti ada. Tapi kalau bahan batik hanya beberapa tempat yang jual,” bebernya.
Tak hanya memproduksi peci blangkon, Muhadi juga membuat model imamah yang harganya lebih tinggi. Imamah dibanderol mulai Rp70 ribu, sementara peci blangkon hanya Rp60 ribu.
“Pesanan juga bisa custom logo,” terangnya.
Fenomena ini membuktikan bahwa produk-produk lokal dengan sentuhan budaya masih memiliki daya saing tinggi, terlebih di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang merepresentasikan identitas kultural.(*)
Tinggalkan Balasan