HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Bengkel Hijrah Iklim 2025: Cetak Pemimpin Muda Muslim untuk Transisi Energi Berkeadilan

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Program Bengkel Hijrah Iklim (BHI) kembali digelar pada tahun 2025, memasuki tahun ketiganya. Program ini bertujuan melatih generasi muda Muslim menjadi pemimpin dalam isu lingkungan dengan pendekatan keislaman.

Sebanyak 20 peserta dari berbagai daerah di Indonesia terpilih untuk mengikuti kegiatan yang diinisiasi oleh Muslims for Shared Action on Climate Impact (MOSAIC), kolaborasi umat Islam untuk mewujudkan Indonesia yang lebih lestari.

Baca Juga:  Dua Pelaku Judi Online Diciduk, Modusnya Top-Up Saldo OVO

Aldy Permana, Project Leader BHI dari Purpose, mengungkapkan bahwa tema pelatihan tahun ini adalah “Transisi Energi Berkeadilan.” “Selama hampir seminggu, peserta belajar memahami transisi energi berkeadilan dari perspektif Islam, manajemen kampanye, serta cara melawan misinformasi di komunitas mereka. Kami juga memperkenalkan konsep filantropi Islam dalam konteks ini,” ujar Aldy, Sabtu (8/2/2025).

Baca Juga:  HUT ke-74 Humas Polri, Polres Salatiga Gelar Donor Darah Bersama Karyawan AMT

Peserta BHI terdiri dari individu berusia 23 hingga 40 tahun dengan latar belakang dakwah, seperti ustadz, ustadzah, penulis, komikus, dan influencer media sosial. Berdasarkan riset Purpose, umat Islam lebih mempercayai pemimpin agama dibandingkan pemerintah dalam isu-isu lingkungan, sehingga para peserta diharapkan menjadi pemicu perubahan di komunitas mereka.

Baca Juga:  28 Pengurus Yayasan Jallu Nusantara Indonesia Dilantik, Siap Perkuat Peran Hukum dan Keadilan Sosial

Qaem Aulassyahied dari Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, salah satu fasilitator, menekankan pentingnya memahami fikih transisi energi berkeadilan. “Konsep Islam tentang alam dan relasinya dengan manusia harus dibumikan agar isu transisi energi berkeadilan lebih dikenal masyarakat,” jelas Qaem.

Baca Juga:  Tuk Gono: Keajaiban Air Panas dari Perut Bumi, Destinasi Baru di Kabupaten Semarang

Reka Maharwati dari Enter Nusantara turut berbagi pengalaman sukses program Sedekah Energi di Yogyakarta dan Lombok. Ia juga memperkenalkan konsep Green ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) untuk mendukung inisiatif lingkungan. “Beberapa peserta sudah memulai inisiatif seperti sedekah air, sayur, dan bibit,” tambah Reka.

Baca Juga:  Jaga Keutuhan Serta Kesatuan NKRI, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Ngawi Lakukan Sosialisasi

Selain materi teoretis, peserta dilatih teknik kampanye dan pengorganisasian. Didit Haryo Wicaksono dari AktivAsia menjelaskan, “Kegiatan syiar tidak berbeda dengan kampanye. Kami mengajarkan prinsip dasar kampanye agar pesan-pesan ini bisa disebarluaskan dengan efektif.”

Baca Juga:  Piala Sukoyo: Sepak Bola Putri Jadi Wujud Cinta Lingkungan Warga Krecek

Setelah pelatihan, peserta akan mendapatkan mentoring dan dukungan finansial untuk mengembangkan inisiatif aksi iklim mandiri selama 2-3 bulan.

Baca Juga:  Peduli Warga Terdampak Covid-19,Calon Bupati Demak Mugiyono Bersama Relawan Bagikan 10 Ribu Masker dan Takjil

Bengkel Hijrah Iklim berharap melahirkan generasi pemimpin muda Muslim yang mampu menyuarakan pentingnya transisi energi berkeadilan melalui perspektif Islam, sekaligus menginspirasi tindakan nyata di komunitas mereka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!