HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Sawoeng Sworo: Harmoni dari Terminal Tingkir, Melodi untuk Nusantara

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Siapa sangka, terminal bus Tingkir di Salatiga menjadi tempat lahirnya sebuah grup musik keroncong modern yang memukau? Sawoeng Sworo Solotigo, grup musik yang lahir dari semangat dan kreativitas, memulai perjalanan mereka di terminal yang kini menjadi simbol lebih dari sekadar tempat transit.

Baca Juga:  Proyek Pembangunan Jembatan di Desa Klinting Banyumas Tanpa Papan Proyek

Setelah renovasi Terminal Tingkir pada Mei 2024, ruang seni yang tersedia di dekat ruang tunggu AKAP menjadi saksi awal grup ini tampil. “Kami tampil untuk menghibur penumpang yang sedang menunggu bus. Dari situlah muncul ide untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar,” cerita Agus Taufik, salah satu pendiri grup ini.

Baca Juga:  Rutan Salatiga Luncurkan Program “Tiyang Panutan”, Gandeng Berbagai Lembaga Untuk Perkuat Konseling Warga Binaan

Awalnya hanya beranggotakan empat orang, Sawoeng Sworo kini memiliki sembilan personil yang memainkan alat musik beragam seperti cak, cuk, biola, drum, dan keyboard. Lagu-lagu yang mereka bawakan pun melampaui keroncong klasik, mencakup pop, campursari, dangdut, hingga musik ambyar.

Baca Juga:  Kemenag Siapkan Skema Alih Daya untuk Guru dan Penyuluh Agama Khonghucu

Nama grup ini mengandung makna unik. “Sawoeng” berarti berkumpul, “Sworo” berarti suara, dan “Solotigo” merujuk pada Salatiga, kota kelahiran mereka. Grup ini adalah kebanggaan lokal, dengan semua personilnya asli putra daerah.

Baca Juga:  Emak-emak Pati Bagikan 700 Nasi Bungkus, Polresta Turunkan 276 Personel

Latihan rutin di Banjaran, Sidomukti, dan semangat untuk terus berkembang membawa grup ini ke panggung-panggung besar. Dari tampil di kafe Pasar Rejosari setiap malam Sabtu hingga acara-acara besar seperti HUT Kota Salatiga, pernikahan, dan perayaan lainnya, Sawoeng Sworo kini menjadi grup musik yang dicari.

Baca Juga:  Malam 1 Suro Bertemu Jumat Kliwon: Perpaduan Sakral Dua Dunia, Larangan dan Mitos Membalut Langit Jawa

Kreativitas Terminal yang Menginspirasi

Terminal Tingkir kini dikenal sebagai lebih dari sekadar tempat persinggahan. Dengan lahirnya Sawoeng Sworo Solotigo, terminal ini menjadi simbol bagaimana seni dapat tumbuh di mana saja. Tarif manggung yang ramah kantong juga menjadi daya tarik tersendiri, membuat grup ini semakin dekat di hati masyarakat.

Sawoeng Sworo adalah bukti bahwa harmoni seni dapat lahir dari tempat sederhana, membawa melodi yang mampu menggema hingga ke penjuru negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!