HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kurangi Fluktuatif Tinggi, Masyarakat Harus Tanam Cabai & Bawang Merah Sendiri

Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng

Editor     : Abdurrochman


CILACAP, Harian7.com
– Gerakan tanam cabai yang dilakukan Dinas Pertanian (Dispertan) itu sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Pj. Bupati Cilacap nomor : 521/654/33 tentang tekan laju inflasi pangan di daerah, khususnya wilayah Kabupaten Cilacap. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Cilacap, Ir. Susilan melalui Sekretarisnya, Sigit Widayanto, Selasa, (22/02/2023) di kantornya.

“Pada Dinas Pertanian Cilacap, berbagai kegiatan sudah berjalan termasuk gerakan penanaman cabai, dan kegiatan tersebut merupakan gerakan masif yang bertujuan guna menanggulangi laju inflasi,” katanya.

Dalam SE tersebut, lanjut Sigit tertulis bahwa, seluruh masyarakat  Kabupaten Cilacap untuk melaksanakan program dari gerakan prnanaman cabai, itu untuk menekan laju inflasi.

Baca Juga:  Dosen dan Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Untag Semarang Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Padang Grobogan

“Jumat kemarin kita sudah launching. Kegiatan ini merupakan gerakan masif yang bertujuan untuk menanggulangi lonjakan harga yang mungkin dapat terjadi mendekati lebaran tahun ini,” jelasnya. 

Sigit menambahkan, lebaran sudah dekat. Dalam 3 bulan dimungkinkan untuk waktu menanam cabai, terutama cabai rawit, dan dari hasilnya minimal untuk kebutuhan konsumsi sendiri. 

“Selain di masyarakat, program tersebut juga sudah berjalan di tingkat SKPD,” tegasnya. 

Menurutnya, bahwa kegiatan di tingkat SKPD sudah berjalan. Di beberapa tingkat Kecamatan juga sama. Melalui teman teman Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan, dan pemerintah kecamatan.

Baca Juga:  Usai Apel Pagi, Anggota Jajaran Polsek Polres Semarang Ikuti Latihan Beladiri

“Untuk tingkat desa, melalui teman teman penyuluh kegiatan ini bentuknya swadaya, yakni tanam sendiri untuk keperluan sendiri, kalau di pertanian istilahnya Subsistain,” ungkapnya. 

Sigit menjelaskan, bahwa kegiatan dalam upaya penanggulangan, ketika mendekati lebaran biasanya cabai melonjak dengan harga yang mahal. Dengan cara ini diharapkan masyarakat mempunyai cabai sendiri.

“Petani Holtikultura Cilacap (PHC) peduli, di lapak petani, pada Jumat kemarin, membagikan sedikitnya 3000 lebih bibit secara cuma cuma. Kalau dari dinas pertanian kemarin hanya simbolis dengan Pj. Bupati,” katanya. 

Baca Juga:  Waspada! Kenalan Melalui MiChat di Salatiga, Seorang ASN dan Perangkat Desa Malah Jadi Korban Pemerasan, Begini Jelasnya?

Lebih lanjut dijelaskan Sigit bahwa, mengacu SE Pj. Bupati penanaman Hortic hanya berupa capai dan bawang merah. Karena sumber inflasi yakni beras, cabai dan bawang merah. 

“Untuk beras mudah mudahan bulan Maret sudah menginjak panen raya. Untuk cabai dan bawang merah kita dekati pakai Surat Edaran Pj. Bupati,” tandasnya.

Ia berharap, bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Cilacap menindaklanjuti Surat Edaran, dengan cara menanam cabai, syukur tanam juga bawang merah. 

“Dengan menanam untuk sendiri minimal  mengurangi fluktuatif tinggi,” pungkas Sigit. (*)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

SPORT

error: Content is protected !!