HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Berawal dari Buruh, Pasutri Asal Kebondowo Kini Sukses Kembangkan Usaha Kecap Manis

Sutowo dan Yuni saat memperlihatkan kecap manis Tow Yun hasil produksinya.

Penulis: M.Nur/Shodik

UNGARAN,harian7.com – Bermodalkan ketekunan dan semangat pantang menyerah, sepasang suami istri yakni Sutowo S.Sos dan Yuni kini sukses mengembangkan usaha bisnis pembuatan kecap manis.

Siapa sangka, meski awalnya ia hanya bekerja sebagai buruh pekerja di tempat orang lain, kini ia telah mampu membuka usaha miliknya sendiri. Bahkan dari usaha kecap manis yang dirintisnya itu, ia telah mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah per bulannya.

Ditemui harian7.com di rumahnya yang beralamatkan  Dusun Kauman RT 01 RW 03 Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang baru-baru ini Sutowo mengatakan, mengawali membuka usaha kecap manis ini termotivasi adanya banyak tempat pariwisata di Kabupaten Semarang, khususnya di Desa Kebondowo. Sehingga dengan membaca peluang tersebut ia memberanikan diri untuk merintis usaha kecap manis.

Baca Juga:  Ringankan Beban Korban Gempa Bumi di Sulbar dan Bencana Banjir di Kalsel, Polda Jatim Salurkan Bantuan Senilai 1,8 Milyar

“Wilayah  Kabupaten Semarng khususnya Desa Kebondowo kan ada wisata bukit Cinta Rawa Pening, maka membaca peluang tersebut berinisiatif membuka usah sendiri dengan harapan kedepanya akan meningkatkan prodak lokal sebagai dijual  khas desa kepada para wisatawan,”terangnya.

Diungkapkan Sutowo, diawal ia membuka usaha bermodalkan pengalaman yang ia dapat saat bekerja di salah satu perusahaan kecap serta modal yang terbilang pas-pasan. Namun berkat ketekunan, usaha rintisanya semakin maju.

“Usaha ini saya irintis 4 tahun yang lalu, sebelumnya saya bekerja ikut orang dan hanya penjual kecap biasa. Sedangkan untuk modal mengawali bisnia ini, sebab UMKM maka saat mengawalinya cukup dengan modal terbatas seadanya yg penting usaha bisa jalan,”ucap Sutowo yang saat ini menjadi bos kecap manis Tow Yun.

Baca Juga:  Bupati Dan Wakil Bupati Semarang Beserta Tokoh Agama Adakan Doa Bersama
Saat proses pembuatan kecap manis.

Dibeberkanya, prinsip dan tekat ia mebuka usaha ini berpedoman yang penting prodaknya diminati dan laku di pasaran.

“Produk kami akan memberikan suguhan hasil yang berasal dari hasil lokal desa yaitu sebagai penghasil gula yang kemudian bisa dijadikan oleh – oleh untuk wisatawan Bukit Cinta Rawa Pening,”bebernya dengan gamblang.

Saat ini kebutuhan pasar dalam satu Minggu mencapai 2 sampai 3 kwintal kecap manis. Sedangkan untuk omset yang dicapai mencapai jutaan rupiah.

Ketika disinggung saat ini memiliki karyawan berapa, Sutowo mengungkapkan, saat ini ia memiliki enam karyawan. Namun jika ada pesanan partai besar maka ia memberdayakan warga sekitar.

Baca Juga:  Kisah Pria Salatiga Dianiaya Penjual Jam di Shopping Hingga Luka Parah Akhirnya Mengadu Ke Polisi, Begini Jelasnya

“Ya kalau ada pesan banyak maka kami memberdayakan warga/ masayarakat sekitar dalam memproduksinya. Selain itu saat ini juga pemasaranya sudah merambah ke pasar pasar desa,”jelas Sutowo yang diamini istrinya.

Ditambahkanya, untuk bahan baku kecap manis olahanya didapat  didapat dari pasar ataupun pemasok yang berasal dari desa setempat sendiri dan sekitarnya.

Ketika ditanya terkait kecap manis buatanya kenapa dinamai Tow Yun, Sutowo menyampaikan jika nama tersebut adalah gabungan antara namanya dengan istrinya.

“Tow Yun itu di ambil dari nama saya Sutowo dan istri saya Yuni,”pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

SPORT

error: Content is protected !!