HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA


Pemkot Semarang Pastikan Tutup Lokalisasi Sunan Kuning

SEMARANG, harian7.com – Pemkot Semarang memastikan bakal menutup lokalisasi Argorejo yang dikenal dengan sebutan Sunan Kuning paling lambat sebelum 17 Agustus mendatang.

“lokalisasi Sunan Kuning dipastikan akan ditutup sebelum 17 Agustus 2019, setelah hasil rapat pihak terkait sepakat menyetujui kebijakan Pemkot itu,”kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto, saat menggelar rapat dengan perwakilan warga Argorejo di kantor Satpol PP, Jalan Ronggolawe, Kamis (13/6).

Fajar mengatakan Warga binaan yang ada di lokasi tersebut akan kita arahkan untuk pulang ke daerah asalnya kemudian kita tutup dan mereka akan diberikan juga bantuan jaminan hidup

Baca Juga:  Dua Kecamatan Ikuti RPP PAC PP, Fauzi dan Heryu Terpilih Jadi Ketua

saat ini, dia menuturkan, terdapat sekitar 479 warga binaan di lokalisasi Sunan Kuning itu jika tidak segera ditutup penghuni akan terus bertambah dan semakin menyulitkan Pemkot untuk melakukan penutupan lokalisasi itu sebelum 17 Agustus mendatang.

Ditambahkan Fajar, rapat akan kembali digelar dengan mucikari dan warga binaan yang diharapkan mereka bisa memahami dan meneroma kebijakan Pemkot untuk penutupan Sunan Kuning.

Baca Juga:  Misteri Hilangnya Ustaz Rezza, Jejak yang Menghilang di Balik Transaksi Mobil

“Lokalisasi Argorejo selama ini dikenal dengan sebutan Sunan Kuning, meski Sunan Kuning itu identik dengan sejarah Islam. Jadi kami tidak ingin sebutan Sunan Kuning malah jadi tempat esek-esek, jadi akan kita tutup dan kita ganti dengan pusat kuliner atau diubah jadi kampung tematik,”ucapnya

Kasi Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Dinas Sosial Kota Semarang Anggi Arditia mengatakan Kementrian Sosial akan memberikan bantuan jaminan hidup.

Baca Juga:  Sambut HUT Depok ke 20, Para Panitia Persiapkan Berbagai Hiburan

Menurutnya, APBD Kota Semarang juga akan mendukung untuk penerima manfaat.

Dia menambahakan fasilitas penghuni wisma tetap bukan yang freelance, Data kita data yang penghuni tetap sekitar 479 orang.

“Setiap penghuni akan mendapatkan bantuan Rp5 juta, namun tetap kita verifikasi. Ini sudah tahap akhir tinggal eksekusinya,”pungkasnya (Andi Saputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!