HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

7 Juta Batang Rokok Ilegal Disita, Selamatkan Negara dari Kerugian Rp20 Miliar

Laporan: Ninis

SURABAYA | HARIAN7.COM – Dalam upaya memberantas pelanggaran cukai yang merugikan negara, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar konferensi pers yang dihadiri Polda Jatim, Bea Cukai Sidoarjo, dan Pelindo. Dalam kegiatan yang digelar pada siang hari yang cerah ini, Kapolres Tanjung Perak, AKBP Williyam Cornelius Tanasale, menyampaikan bahwa penindakan ini adalah bagian dari program 100 hari Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penegakan hukum terhadap pelanggaran ekonomi.

“Kami bergerak cepat sesuai arahan Bapak Presiden dan Kapolri untuk memastikan pengendalian berbagai bentuk pelanggaran yang merugikan negara,” ujar AKBP Williyam.

Baca Juga:  Pengamat Nilai Tuduhan pada Eks KSAD Jenderal TNI Dudung Upaya Pembunuhan Karakter: Stop Narasi Sesat!

Pelanggaran dan Barang Bukti

Operasi ini adalah hasil kerja sama antara Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polda Jatim, dan Bea Cukai Sidoarjo. Selama operasi, sebanyak delapan laporan polisi terkait pelanggaran cukai berhasil disusun. Pelanggaran ini meliputi penyimpanan, penjualan, serta distribusi rokok tanpa cukai atau menggunakan pita cukai palsu.

Baca Juga:  Dari Relawan ke Wamen, Berakhir di OTT: Kisah Noel dan Bayangan Politik bagi Jokowi

Sebanyak delapan orang ditangkap dalam operasi ini, berusia antara 23 hingga 49 tahun, dengan inisial di antaranya AAS, SMJN, AE, TH, AM, YSR, dan MK. Kapolres menjelaskan bahwa para tersangka memiliki berbagai latar belakang pekerjaan.

Baca Juga:  Buntut Pelat Merah Viral, Kades Bantal Dua Kali Mangkir Saat Dipanggil Bawaslu, Dayusman: Unsur pidana Pemilu tidak terpenuhi

Barang bukti yang disita antara lain berbagai kendaraan seperti Toyota Innova, Mitsubishi, dan truk boks, serta ribuan karton rokok bermerek King Garet, HJS Subur Jaya, dan Amazon. Total rokok yang diamankan mencapai sekitar 7.677.400 batang, dengan kerugian negara yang ditaksir antara Rp10 hingga Rp20 miliar.

Ancaman Hukuman

Para tersangka akan dijerat dengan pasal-pasal dalam UU No. 7 Tahun 2021 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Berdasarkan undang-undang ini, pelanggar diancam dengan hukuman penjara hingga empat tahun serta denda maksimal 10 kali dari nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Baca Juga:  Perekrutan Perangkat Desa Kwadungan Diduga Sarat Kejanggalan, Transparansi Dipertanyakan, Warga Mengadu ke LBH

AKBP Williyam menekankan pentingnya kerja sama antara aparat penegak hukum dan instansi terkait. “Kami menghargai peran semua pihak dalam operasi ini, termasuk dukungan dari Polda Jatim dan Bea Cukai. Kolaborasi ini menjadi contoh penting dalam penguatan pengawasan dan penegakan hukum,” tegasnya.

Baca Juga:  Kerja Sama Polri dan Kemendag, Penyelundupan Keramik Senilai Rp 9,8 Miliar Terungkap

Kepala Bea Cukai Sidoarjo, Bapak Rudi, juga menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah langkah konkret untuk menekan penyelundupan dan pelanggaran cukai yang menggerogoti pendapatan negara.

Baca Juga:  Sidang Lanjutan Kasus Penembakan Bos Rental Mobil, Bukti Rekaman Video Akan Diputar

Langkah Selanjutnya

Saat ini, penyidik sedang melengkapi berkas perkara dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait. AKBP Williyam menyebut penegakan hukum ini sebagai langkah nyata untuk menjaga stabilitas penerimaan negara dari sektor cukai.

Baca Juga:  Kapolres Salatiga Pimpin Apel Operasi Patuh Candi 2025, Tekankan Penegakan Hukum Berbasis Elektronik

Penindakan terhadap peredaran rokok ilegal ini diharapkan bisa memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi pelaku lainnya untuk menghentikan kegiatan ilegal yang berdampak buruk pada perekonomian negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!