Masyarakat saat mencari ikan di sungai Brantas Tulungagung. 

TULUNGAGUNG, Harian7.com – Tanpa mempedulikan keselamatan, ratusan masyarakat memadati tempuran sungai Brantas, Desa Rejotangan, Babupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), Selasa (22/3/2022) pagi hingga sore.

Kedatangan masyarakat ini adalah untuk mencari ikan mabuk akibat penggelontoran residu di bendungan karangkates, bendungan wlingi dan masyarakat Tulungagung biasa menyebut peristiwa tersebut dengan istilah pladu.

Adanya pladu, tidak hanya warga Tulungagung saja yang memadati tempuran sungai brantas di Dusun Kucen dan mereka juga berasal dari Kediri, Blitar maupun Trenggalek.

Salah satunya Adim (35), warga Kota Blitar yang mengaku sengaja datang ke tempuran Kucen bersama teman-temannya setiap kali ada pladu.

“Saya sudah sering mencari ikan di sungai tempuran Kucen setiap ada pladu. Karena di tempuran ini paling banyak ikannya dibandingkan lokasi lain. Hari ini saya dapat ikan lumayan banyak. Jenisnya adalah bader, bekel dan lain- lain. Dan kebetulan saya dapat bekelnya ada yang besar hingga beratnya 5 kg,” ujarnya. 

Dikatakan Iwat, sapaan akrab Kades Sudarmaji, sejak dua tahun lalu baru sekarang ini ada lagi peristiwa pladu. Sehingga jumlah orang yang mencari ikan cukup banyak

Menurutnya, Harga ikan tangkapan hasil pladu rata-rata 50 ribu per kilogramnya. Warga yang ingin membeli tentu langsung bayar di tempat. 

“Yang peralatannya lengkap dan pintar nyelam dapatnya ikan pasti banyak. Lokasi di sini kedalamannya ada yang sampai 5 meter,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Karangrejo, Sudarmaji menuturkan setiap kali ada pladu biasa membawa berkah bagi para pencari ikan. 

“Banyak yang mencari ikan dan juga banyak yang membeli ikan. Disinilah berkah bagi para pencari,” pungkasnya. 

Penulis : Nawang | Editor : Andi Saputra