Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Upaya pemetaan capaian akademik peserta pendidikan kesetaraan sekaligus peningkatan mutu pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) terus digencarkan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket C 2026 Gelombang Khusus yang diikuti oleh 574 peserta didik dari 18 PKBM di Kabupaten Kudus.

Pada hari perdana pelaksanaan ujian, Sabtu (31/10/2026), tingkat partisipasi mencapai 87 persen dengan kehadiran 501 peserta, sementara 73 peserta lainnya tercatat belum dapat hadir. Rangkaian TKA di Kabupaten Kudus ini dijadwalkan berlangsung dalam dua tahapan, yakni tahap pertama pada 31 Oktober–1 November 2026, dan berlanjut ke tahap kedua pada 7–8 November 2026.

Plt. Kepala Disdikpora Kabupaten Kudus, melalui Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Arief Dwi Aryanto, menerangkan bahwa TKA dirancang sebagai instrumen evaluasi untuk mengukur kompetensi akademik para peserta didik yang menempuh jalur pendidikan kesetaraan.

“Pelaksanaan TKA ini kami harapkan mampu memberikan potret utuh terkait capaian kemampuan akademik para peserta didik pendidikan kesetaraan. Hasil evaluasi ini nantinya menjadi pijakan penting guna memacu peningkatan mutu pembelajaran di masing-masing PKBM,” tutur Arief pada Senin (2/11/2026).

Lebih lanjut, Arief menekankan pentingnya kehadiran pendidikan kesetaraan sebagai jembatan belajar bagi masyarakat yang terkendala mengakses pendidikan jalur formal. Oleh sebab itu, penguatan mutu layanan di setiap PKBM menjadi prioritas agar hak memperoleh pendidikan yang setara benar-benar dirasakan oleh warga belajar.

“PKBM memegang peranan yang sangat strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang kondisi. Fokus kami adalah terus meningkatkan mutu layanan pendidikan nonformal, sehingga kesempatan masyarakat untuk menimba ilmu dan mengasah kemampuan diri tetap terbuka lebar,” paparnya.

Selama mengikuti TKA Paket C 2026, para peserta diuji melalui empat kelompok materi yang meliputi kecakapan berbahasa, kemampuan numerasi, hingga penguasaan mata pelajaran pilihan. Secara rinci, keempat materi ujian tersebut mencakup Bahasa Indonesia dan Survei Karakter, Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), Matematika dan Numerasi Dasar, serta Mata Pelajaran Pilihan 1 dan 2.

Pihak Disdikpora Kudus turut mengimbau seluruh peserta agar menyiapkan diri secara matang dan mematuhi ketentuan di setiap tahapan tes. Selain aspek akademis, nilai kejujuran saat mengerjakan soal juga ditekankan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembentukan karakter dalam pendidikan.

“Harapan kami, seluruh peserta bisa menjalani TKA ini dengan penuh kesungguhan dan rasa percaya diri. Tak kalah penting, nilai integritas serta kejujuran wajib dijaga sepanjang pelaksanaan tes berlangsung,” pesan Arief.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak memandang ujian tersebut sebagai sebuah tekanan. Sebaliknya, TKA patut dimaknai sebagai ruang pembuktian atas proses dan hasil belajar yang telah mereka tempuh selama mengikuti pendidikan di PKBM.

“Ujian ini jangan dijadikan beban, melainkan peluang untuk menampilkan kemampuan serta hasil belajar yang telah dicapai. Kami mendorong peserta agar mengikuti tes dengan tenang, optimis, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi kejujuran,” imbuhnya.

Di sisi lain, apresiasi tinggi turut disampaikan Disdikpora Kudus kepada jajaran pengelola PKBM, para tutor, panitia pelaksana, serta seluruh elemen yang berkontribusi menyukseskan TKA Paket C Gelombang Khusus.

Peran aktif mereka dinilai krusial dalam menjamin ketersediaan layanan pendidikan dan pendampingan yang memadai bagi peserta.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada segenap PKBM, tutor, panitia, maupun berbagai pihak yang telah menyokong terselenggaranya kegiatan ini. Kolaborasi yang solid sangat dibutuhkan demi menjamin ketertiban pelaksanaan TKA, sekaligus memastikan peserta dapat menuntaskan setiap tahapan dengan optimal,” ucapnya.

Disdikpora Kudus menaruh harapan besar agar keseluruhan rangkaian TKA hingga 8 November 2026 mendatang dapat berjalan lancar, aman, dan tertib sesuai ketentuan. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus memperkokoh pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari langkah strategis mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Lewat penyelenggaraan TKA ini, kami berharap terbangun sinergi yang kian kuat antara pemerintah daerah, pengelola PKBM, tutor, peserta didik, hingga masyarakat luas dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” pungkasnya. (*)