DEPOK | HARIAN7.COM – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Depok menegaskan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap alokasi anggaran diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, tepat sasaran, dan dirasakan secara merata oleh warga.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Gerry Wahyu Riyanto, dalam Pandangan Umum Fraksi Gerindra terhadap Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kota Depok Tahun Anggaran 2027, Senin (2/11/2026).

Gerry mengatakan, APBD bukan sekadar dokumen perencanaan dan angka-angka keuangan, melainkan instrumen penting untuk menggerakkan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap rupiah dalam APBD harus memiliki arti bagi rakyat. Anggaran harus hadir di tengah masyarakat, menjawab kebutuhan warga, serta memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan,” demikian penegasan Fraksi Gerindra dalam pandangan umumnya.

Berdasarkan nota keuangan RAPBD 2027, pendapatan daerah Kota Depok direncanakan sebesar Rp4,36 triliun. Sementara belanja daerah mencapai Rp4,98 triliun, sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp614,09 miliar.

Defisit tersebut direncanakan ditutup melalui pembiayaan netto dengan nilai yang sama, sehingga SiLPA tahun anggaran berkenaan diproyeksikan nol rupiah.

Fraksi Gerindra juga mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp2,91 triliun atau 66,85 persen dari total pendapatan daerah. Adapun pendapatan transfer sebesar Rp1,44 triliun atau 33,15 persen.

Menurut Fraksi Gerindra, komposisi tersebut menunjukkan semakin kuatnya kemandirian fiskal Kota Depok. Karena itu, pemerintah daerah didorong terus mengoptimalkan PAD melalui inovasi, digitalisasi layanan penerimaan, intensifikasi pajak, penguatan badan usaha milik daerah, serta pengembangan potensi ekonomi.

Dorong Anggaran Berpihak kepada Masyarakat

Dalam pandangan umumnya, Fraksi Gerindra memberikan perhatian terhadap sejumlah sektor prioritas, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan hidup, hingga perlindungan sosial.

Di sektor pendidikan, Gerindra mendukung pembangunan dan rehabilitasi sekolah, program toilet layak, rintisan sekolah swasta gratis, serta pemberian beasiswa dan bimbingan belajar gratis.

Sementara di bidang kesehatan, Fraksi Gerindra mendorong penguatan fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan kapasitas Puskesmas, layanan kesehatan gratis, serta dukungan bagi masyarakat rentan melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Untuk sektor infrastruktur, Gerindra mendukung pembangunan dan pemeliharaan jalan, drainase, serta penanganan kemacetan. Termasuk pembangunan flyover Jalan Margonda Raya–Ir. H. Juanda, pengadaan tanah lanjutan Simpang Parung Bingung hingga Exit Tol Sawangan, serta rekonstruksi Jalan Raya Sawangan.

“Manfaat pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat, bukan hanya di pusat kota, tetapi juga sampai ke kelurahan dan lingkungan permukiman,” menjadi salah satu penekanan Fraksi Gerindra.

Di bidang lingkungan hidup, Fraksi Gerindra mendukung pengelolaan sampah terpadu, termasuk kerja sama pengolahan sampah di tempat pemrosesan akhir, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Depok Bersih dan Depok Hijau.

Selain itu, Gerindra mendorong penguatan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Penguatan UMKM, insentif dan jaminan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian untuk mendorong pertumbuhan usaha serta memperluas kesempatan kerja.

Apresiasi Pendanaan Kelurahan Berbasis RW

Fraksi Gerindra turut mengapresiasi program pendanaan kelurahan berbasis RW. Program tersebut dinilai penting untuk memastikan aspirasi masyarakat di tingkat lingkungan menjadi bagian dari penentuan prioritas pembangunan.

Fraksi Gerindra berharap setiap kebijakan anggaran benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat sehingga pembangunan dapat berjalan lebih merata.

Terkait pembiayaan daerah, Gerindra juga mendukung pemanfaatan pembiayaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Termasuk rencana penyertaan modal daerah kepada PT Tirta Asasta (Perseroda) sebesar Rp25 miliar yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Gerry menegaskan, Fraksi Gerindra mendukung pembahasan APBD 2027 agar berjalan optimal dan menghasilkan kebijakan anggaran yang berkualitas.

“Pada prinsipnya, APBD harus adil, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kota Depok. Karena itu, sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan agar pembangunan benar-benar berpihak kepada rakyat,” demikian sikap Fraksi Gerindra.

Fraksi Gerindra berharap APBD Kota Depok Tahun Anggaran 2027 tidak hanya mampu menjaga kesinambungan fiskal daerah, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.